Advertisement
KKB Sebar Hoaks soal Korban Kontak Tembak dengan 36 TNI
Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Philip Mehrtens, pilot Selandia Baru disandera oleh kelompok pro-kemerdekaan, berdiri di antara para pejuang separatis di wilayah Papua, Indonesia, dalam gambar tak bertanggal yang dirilis pada 14 Februari 2023 oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Handout via REUTERS
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—TNI terus memburu Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang telah terlibat dalam kontak senjata beberapa waktu hingga menewaskan 5 prajurit.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono memaparkan bahwa KKB belakangan makin intensif untuk menyebarkan berita bohong atau hoax ihwal kontak tembak dengan 36 prajurit TNI sejak Sabtu (15/4/2023).
Advertisement
Lewat berita bohong itu, dia menambahkan, KKB juga intens untuk meminta dukungan dari kelompok dalam dan luar negeri. Menurut dia, sikap itu menunjukkan kepanikan dari pihak KKB.
Apalagi, dia memastikan, korban tewas dari pihak KKB juga terbilang banyak dengan diterjunkannya pasukan TNI untuk operasi penyelamatan. Sekalipun belakangan, TNI mengonfirmasi terdapat 5 prajurit mereka yang gugur dalam tugas ini.
“Bayangkan 36 orang [prajurit] itu, menembak dari ratusan peluru yang dibawa. Nah dari mereka [KKB] pasti ada yang mati lah, mereka tidak menyebutkan itu,” kata Julius, dikutip Senin (24/4/2023).
Baca juga: H+1 Lebaran Omzet Pedagang Teras Malioboro I Mulai Naik
Di sisi lain, dia menegaskan, misi pencarian pilot pesawat Susi Air itu bakal tetap dilanjutkan. Malahan, TNI bakal tetap meningkatkan skala operasi menjadi siaga tempur untuk wilayah operasi KKB itu di sekitaran Mugi-Mam, Nduga, Papua.
“Kita tidak lagi bisa percaya mereka. Mereka yang menyerah loh yang mendahului mereka, bukan kita,” tuturnya.
Duka Panglima TNI
Adapun Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kembali menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas gugurnya salah satu prajuritnya dalam misi penyelamatan pilot pesawat Susir Air.
Seperti diketahui salah satu korban baru yang ditemukan TNI adalah prajurit dari Satgas Yonif R 321/GT Pratu F. Jenazah langsung dievakuasi ke Timika setelah berhasil ditemukan tim gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat misi penyelamatan.
Rencananya, jenazah prajurit itu bakal diterbangkan ke kampung halamannya di Magelang, Senin (24/4/2023).
Pratu F menjadi korban kelima prajurit TNI yang gugur oleh serangan Kelompok Separatis dan Terorits (KST) atau dikenal dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mugi-Mam, Nduga, Sabtu (15/4/2023).
“Jenazah Almarhum Pratu F ditemukan oleh Tim Gabungan yang sejak peristiwa penembakan itu terus mencari dan menelusuri tempat kejadian penembakan oleh KST,” kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus Aidil lewat keterangan resmi dikutip Minggu (23/4/2023).
Sebelumnya, sebanyak 4 prajurit TNI gugur dalam kontak tembak dengan KKB di Nduga Papua. Empat prajurit TNI yang gugur itu antara lain Pratu Miftahul Arifin, Pratu Ibrahim, Pratu Kurniawan dan Pratu Sukra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
Advertisement
Waspada Leptospirosis di Kota Jogja, Enam Kasus Ditemukan Awal 2026
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Sebut Anggaran MBG Fantastis, Mahasiswa Bantul Tuntut Evaluasi Total
- Volume Sampah Ramadan di Jogja Naik, DLH Pastikan Depo Tetap Kosong
- Imunisasi Anak Mudik Lebaran Disarankan 14 Hari Sebelumnya
- Dampak Konflik Timur Tengah, 15 Penerbangan di Bandara Soetta Batal
- Bawaslu Sleman Gencarkan Edukasi Pemilu Sambil Ngabuburit
- Wisata Bantul Sepi Saat Ramadan, Pelaku Usaha Fokus Benahi Fasilitas
- Penerbangan Normal, Amphuri Sebut Umrah DIY Tetap Berjalan
Advertisement
Advertisement







