Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Tambang PT PMM
Kejagung menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan PT PMM terkait manipulasi kandungan logam tanah jarang.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, WATES—Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner Wates mengadakan kegiatan Outbreak Investigation terkait penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak di Kapanewon Pengasih.
BACA JUGA: Kasus LSD di Bantul Terus Merebak
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugraha di Kulonprogo mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dan meminimalisir penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Selain itu, penyidikan ini untuk menentukan definisi kasus, mengumpulkan data dan informasi, melakukan pengambilan dan pengujian sampel, mengidentifikasi kemungkinan sumber/rute infeksi, mengidentifikasi faktor-faktor risiko, analisis data serta pemberian saran tindakan pengendalian.
"Penyidikan dilakukan melalui pencarian kasus aktif dari titik positif LSD maupun semi aktif dari laporan peternak terhadap ternak sapi yang menunjukkan gejala klinis. Untuk pelaksanaan ini, kami bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner Wates," kata Aris Nugraha.
Aris mengatakan LSD atau Lumpy Skin Disease merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Orthopox dan dapat menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan domba.
Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan pada kulit hewan yang menyebabkan gatal dan membuat hewan menjadi lesu. Selain itu, LSD juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak karena menurunkan produktivitas hewan ternak yang terinfeksi.
Outbreak investigation dilakukan oleh tim dari Dinas Pertanian dan Pangan bersama Balai Besar Veteriner Wates di beberapa daerah yang dilaporkan terdapat kasus LSD pada hewan ternak.
"Tim melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel kerokan kulit untuk dibuat preparat histopatologi dan uji PCR, serum untuk uji ELISA, serta swab mulut dan hidung untuk uji PCR, yang mana seluruh pengujiannya dilakukan di Laboratorium Balai Besar Veteriner Wates," katanya.
Menurut dia, kegiatan outbreak investigation ini sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit LSD yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi peternak.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peternak untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan hewan ternak di Indonesia.
"Kegiatan outbreak investigation LSD oleh Dinas Pertanian dan Pangan bersama Balai Besar Veteriner Wates ini diharapkan dapat membantu mencegah penyebaran penyakit LSD pada hewan ternak di Kulonprogo dan meningkatkan kesehatan, serta produktivitas hewan ternak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan PT PMM terkait manipulasi kandungan logam tanah jarang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Di tengah impitan tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap rupiah
Francesco Bagnaia membidik podium di MotoGP Jerman 2026 meski mengakui Sachsenring bukan sirkuit favoritnya. Hasil positif dibutuhkan untuk memperbaiki posisi k
20 password paling sering digunakan di 2026 versi NordPass! Cek apakah password Anda ada di daftar ini.
Jumlah kecelakaan lalu lintas di Sleman naik 9 persen pada semester I 2026 menjadi 1.454 kasus. Polisi menyebut mobilitas masyarakat dan pelanggaran lalu lintas