AI Muse Tembus 1,8 Juta Unduhan, Ini Keunggulannya
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Polisi Karanganyar melakukan penyelidikan di lokasi penemuan potongan kaki di Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganayr, Kamis (23/2/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, KARANGANYAR — Hampir tiga pekan sejak penemuan penemuan potongan jasad manusia di kawasan objek wisata alam Grojogan Sewu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, masih buram.
Diketahui, pengunjung objek wisata Grojogan Sewu digemparkan dengan penemuan potongan jasad manusia selama dua hari berturut-turut, yakni Kamis-Jumat (23-24/2/2023). Di hari pertama ditemukan berupa potongan kaki sebelah kanan dari pangkal paha hingga telapak dan jari-jari utuh satu bagian.
Di hari berikutnya ditemukan potongan tubuh tanpa busana utuh dari bagian kaki kiri, kedua tangan, dan badan. Hanya, kondisinya sudah rusak dan tak bisa dikenali.
Hingga tiga pekan berselang, polisi belum juga berhasil mengungkap identitas jasad manusia yang sempat menghebohkan pengunjung tersebut. Hingga kini polisi masih menunggu hasil tes DNA milik keluarga Satiyem, 81, warga Blumbang, Tawangmangu.
Diduga potongan jasad manusia tersebut milik Satiyem yang dilaporkan menghilang sejak Kamis (16/2/2023) silam. Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito, mengatakan hasil tes DNA sampai saat ini belum keluar. Pihaknya masih menunggu hasil tes DNA tersebut. “Hasil DNA belum keluar,” kata dia, Minggu (12/3/2023).
BACA JUGA: Potongan Kaki Manusia Ditemukan di Grojogan Sewu
Wakapolres mengatakan uji DNA tersebut dilakukan di Mabes Polri sehingga membutuhkan waktu. Namun demikian pihaknya optimistis dalam sepekan ini uji sampel DNA yang dikirimkan tersebut sudah membuahkan hasil. “Soalnya melayani se-Indonesia, tapi insyaallah pekan depan sudah keluar,” katanya.
Perwakilan keluarga Satiyem yang juga Ketua RT 005/RW 003 Blumbang, Tawangmangu, Sularjo mengatakan pihak keluarga masih menunggu hasil DNA polres Karanganyar. Meskipun keluarga menyakini potongan jasad manusia yang ditemukan dengan kondisi rusak di kawasan Grojogan Sewu adalah nenek Satiyem.
Keyakinan keluarga melihat ciri-ciri fisik potongan jasad manusia yang ditemukan sama dengan ciri nenek Satiyem. Ciri itu dari kulit berwarna putih dan kuku di jari kaki kanan yang rapi. “Jadi sebelum hilang, pihak keluarga sempat memotong kuku nenek Satiyem. Jadi kuku jari kaki rapi habis dipotong. Sama kulitnya putih,” kata dia.
Selain itu nenek Satiyem memiliki ukuran tubuh yang mungil dengan tinggi badan 135 meter. Kemudian bertubuh gemuk, sama seperti potongan tubuh manusia yang ditemukan di Grojogan Sewu. Mesti demikian, pihak keluarga tetap menunggu hasil tes DNA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Dua harimau Sumatra lahir di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, menjadi simbol komitmen konservasi dan persahabatan Indonesia-AS.
Pilur Bantul di 30 kalurahan berjalan lancar. DPRD meminta lurah terpilih merangkul semua elemen dan menjaga kebersamaan warga.
Malioboro full pedestrian akhir November 2026 dikhawatirkan membuat ojol terlambat mengambil order makanan dan berdampak pada performa driver.
Pemerintah menyiapkan isu strategis untuk pembahasan RUU Pemilu bersama Panja DPR, termasuk parliamentary threshold, dapil hingga AI.
Pieter Huistra mengungkap kondisi Frederic Injai dan Saiful Djoge yang masih cedera. Injai diprediksi pulih 1-2 bulan, Djoge 1-2 pekan.