Advertisement
8 Jam Lebih Diperiksa KPK, Eks Kepala Bea Cukai Jogja: Saya Tidak Bermaksud Pamer Harta
Mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto usai menjalani klarifikasi ke KPK mengenai LHKPN miliknya di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (7/3/2023). JIBI - Bisnis/Dany Saputra.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA– Mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto selesai menjalani proses klarifikasi atas harta kekayaannya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/3/2023).
Eko tercatat menjalani proses klarifikasi kepada Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK selama 8 jam 15 menit. Dia terpantau memasuki ruangan tempat proses klarifikasi pukul 09.15 WIB, dan keluar pukul 17.38 WIB.
Advertisement
"Saya sebagai warga negara yang baik saya menghadiri [proses klarifikas], untuk hasil bisa ditanyakan langsung [kepada KPK]. Yang kedua, saya secara pribadi, sangat mencintai institusi saya. Saya tidak pernah bermaksud untuk pamer harta seperti yang disampaikan secara viral," ujarnya kepada wartawan yang mengerubunginya di depan lobi Gedung KPK, Selasa (7/3/2023).
Dia mengeklaim bahwa dokumentasi pribadinya yang viral di media sosial itu dicuri, dan diperlakukan dengan framing tertentu. Tidak hanya itu, dia juga meminta maaf kepada publik sekaligus kepada institusi tempat dia bekerja yakni Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
"Bila mana hal tersebut mencederai perasaan masyarakat kemudian mencederai kepercayaan publik kepada pimpinan saya baik di Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, saya memohon maaf," ucapnya.
Eko yang dicopot dari jabatannya itu menegaskan bahwa tidak memiliki pesawat, sebagaimana informasi yang beredar di publik. Dia enggan berkomentar terkait dengan utang jumbo yang tercatat dalam LHKPN miliknya, sebesar Rp9 miliar, atau lebih besar dari nilai akhir harta kekayaannya sebesar Rp6,7 miliar.
"Itu silakan tanya ke [Direktorat] LHKPN yang sudah saya [berikan] konfirmasi dan klarifikasi," tutupnya.
Adapun, gaya hidup mewah Eko disorot publik lantaran kerap mengunggah sejumlah barang-barang mewah di antaranya mobil antik. Pada akhirnya, dia juga terseret dalam pusaran kasus gaya hidup mewah pejabat publik seperti halnya mantan Kabag Umum Kanwil DJP Jakarta II, Rafael Alun Trisambodo.
BACA JUGA: Eks Wali Kota Jogja Haryadi Minta Dipenjara di Sukamiskin
Berdasarkan LHKPN 2021 milik Eko, dia tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp6,7 miliar (minus utang Rp9 miliar). Nilai tersebut meliputi dua tanah dan bangunan senilai Rp12,5 miliar, sembilan alat transportasi dan mesin senilai Rp2,9 miliar, harta bergerak lainnya Rp100 juta, serta kas Rp238 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, JK Akan Melapor ke Bareskrim Hari Ini
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement
Komunitas Jogja Istimewa di Bantul Langsung Gaet Ribuan Anggota
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Lima Nama Muncul di Muscab PKB Sleman, Ini Daftarnya
- Desentralisasi Sampah Dimulai, Pindad Siapkan Teknologi Tanpa Asap
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
- NGUDARASA: Timor Leste, Nasibmu Kini
- PSMS Medan Ditahan Persikad 2-2, Gagal Maksimalkan Unggul Pemain
Advertisement
Advertisement







