Advertisement
3.000 Orang Tewas Akibat Gempa, PBB Desak Gencatan Senjata di Suriah
Petugas penyelamat mencari korban selamat di tengah reruntuhan bangunan di Kota Jindayris yang dikuasai pemberontak, Suriah pada 9 Februari. Bloomberg /AFP - Getty Images
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 telah menewaskan 27.300 warga Turki dan Suriah, membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak gencatan senjata di Suriah.
Komisaris Tinggi PBB untuk urusan Hak Asasi Manusia (OHCHR) Volker Turk, mengatakan bahwa gencatan senjata ini ditujukan untuk mempermudah pengiriman bantuan kepada seluruh korban di Suriah.
Advertisement
"Pada saat yang mengerikan di Turki dan Suriah, kami menyerukan pengiriman bantuan segera kepada semua yang membutuhkan," tulis OHCHR dalam laman Twitternya dikutip dari Channelnewsasia pada Sabtu (11/2/2023).
BACA JUGA : Belajar dari Turki, Ini Wilayah di Jogja yang Dilewati
Menurut Volker, dengan menghentikan sejenak perang yang tengah berlangsung kala bencana datang adalah bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
"Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk menyerukan gencatan senjata segera di Suriah, dan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia dan kewajiban hukum kemanusiaan sehingga bantuan dapat menjangkau semua orang," tambahnya.
Hal ini diserukan lantaran, wilayah Suriah di dekat perbatasan Turki tidak dapat menerima bantuan, khususnya di bagian Suriah yang dikuasai pemerintah tanpa izin Damaskus. Wilayah tersebut dikuasai para pemberontak.
Sebelum gempa terjadi, wilayah tersebut dapat dijangkau melalui Bab al-Hawa, satu-satunya penyeberangan perbatasan untuk mengirimkan bantuan penyelamat dari Turki. Namun, kini jalan tersebut buntu akibat gempa.
Lebih dari satu dekade perang saudara dan pemboman udara Suriah-Rusia telah menghancurkan rumah sakit, meruntuhkan perekonomian dan memicu kekurangan listrik, bahan bakar dan air.
Kini, jumlah korban tewas gempa bumi di Turki dan Suriah mencapai 23.726 orang, korban tewas di Suriah 3.384 orang.
Dari 3.384 orang tersebut, 2.166 di antaranya merupakan korban yang ditemukan di wilayah yang masih dikuasai pemberontak dan 1.347 kematian di wilayah yang dikuasai oleh pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
Advertisement
Awali 2026, InJourney Sambut Wisatawan dengan Budaya dan Aksi Hijau
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Gencatan Senjata, Ribuan Pengungsi Thailand Mulai Pulang
- Dua Pejabat Raja Ampat Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Pelecehan
- Joglo Berusia Seabad di Imogiri Bertahan di Tengah Zaman
- Mensos: BLTS 2025 Sudah Tersalurkan ke 33 Juta KPM
- BMKG: Segmen Kajai-Talamau Picu Potensi Tsunami Danau Maninjau
- SAS Hospitality Beri Donasi Rp51,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
- OTT KPK di HSU, Penyidik Telusuri Modus Pemotongan
Advertisement
Advertisement



