Advertisement

Kilas Balik 2022: Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Magelang Naik

Nina Atmasari
Kamis, 29 Desember 2022 - 14:27 WIB
Sunartono
Kilas Balik 2022: Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Magelang Naik Kepala Bappeda dan Litbang M Taufiq Hidayat Yahya saat menerima penghargaan sebagai peringkat 1 dalam penilaian kinerja 8 Aksi Konvergensi penurunan Stunting di Jawa Tengah, Agustus 2022. - Ist/dok

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG- Pemerintah Kabupaten Magelang berhasil melaksanakan pembangunan sepanjang tahun 2022 yang berdampak meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Magelang berhasil menutup tahun 2022 dengan capain gemilang. "Ada catatan di proyek strategis walaupun ada harapan selesai di waktunya. Semoga sesuai rencana tahapan-tahapan yang sudah diagendakan dalam 2022 ini," katanya, Rabu (14/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram

Ia memaparkan tahun 2022 masih menjadi masa pemulihan dari pandemi Covid-19, sebab hingga akhir tahun ini jumlah kasus Covid-19 masih terus ditemukan. Namun, kondisi sudah melandai. Situasi global juga tidak kondusif akibat perang Rusia-Ukraina, yang berdampak pada kondisi sosial ekonomi di masyarakat. Dengan kondisi ini, kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama.

"Tetapi ada kerja bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten serta pemerintah desa untuk memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat sesuai dengan kewenangannya masing-masing. sehingga harapannya dengan gotong royong bersama ini bisa menekan angka penurunan ekonomi di masyarakat," tuturnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbangda) Kabupaten Magelang, M Taufik Hidayat Yahya menyebutkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Magelang tahun ini sebesar 70,85, meningkat dari tahun lalu yang sebesar 70,12. "Ini menunjukkan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat meningkat," jelasnya.

Masyarakat juga semakin baik kesejahteraannya yang ditunjukkan dengan angka kemiskinan 11,09%, turun dari tahun lalu yang sebesar 11,91%. Angka tahun ini masih berada dalam range target 2022 yakni antara 11,37% sampai 10,52%.

Turunnya angka kemiskinan menunjukkan keberhasilan program-program pengentasan penanggulangan kemiskinan, melalui strategi pengurangan beban pengeluaran, meningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

BACA JUGA : Ada 33.406 Pengunjung Datangi Malioboro pada Sabtu

Pertumbuhan ekonomi pada 2022 diharapkan di kisaran 3,4% hingga 4,4%, naik dari angka tahun lalu yang sebesar 3,48%. Upaya yang telah dilakukan adalah mengoptimalkan tiga sektor unggulan yaitu pertanian, UMKM dan pariwisata, sesuai dengan sumber daya alam di Kabupaten Magelang. "Serta membuka peluang investasi dan mendorong kebangkitan sektor UMKM di semua sektor unggulan pasca pandemi Covid-19," katanya.

Pariwisata Tumbuh Pesat

Sektor pariwisata di Kabupaten Magelang tumbuh pesat selama 2022. Pemerintah Kabupaten Magelang menerapkan strategi khusus untuk pengembangan wisata menyesuaikan dengan kondisi setelah pandemi Covid-19.

"Meskipun kita sudah memiliki Riparda yaitu Perda 4/2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata 2014-2034 akan tetapi kita juga memahami bahwa kondisi pariwisata setelah pandemi ini berbeda. Beda dalam sisi pengembangan dan beda terkait bergesernya pola minat masyarakat terhadap pariwisata, yang dulu sebelum pandemi bisa mass tourism, setelah pandemi lebih pada pariwisata yang lebih berkualitas dan minat khusus di alam terbuka," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Achmad Husein.

Berubahnya permintaan masyarakat ini merupakan potensi yang bisa ditangkap sebagai ke depan. Apalagi, Kabupaten Magelang memiliki lebih banyak destinasi wisata alam, yang mencapai 83 dari 230 destinasi yang ada. Perlu upaya pengembangan serius menyesuaikan diri pascapandemi ini, dengan lebih kreatif inovatif dan kolaboratif mensinergikan seluruh kekuatan dari pentahelix pariwisata untuk bersama-sama bangkit.

BACA JUGA : Satu Keluarga Tewas di Magelang, Ditemukan di Kamar Mandi

Wisatawan yang masuk di Kabupaten Magelang tahun ini diperkirakan mencapai 2 juta orang, meningkat dari tahun lalu yang hanya satu juta. Jumlah ini jauh dari angka sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 6 juta orang. "Harapan kita karena memang menjadi sektor unggulan ketiga setelah pertanian dan UMKM, kita berharap wisatawan lebih tinggi daripada tahun kemarin dan peluang ini bisa direalisasikan, karena desa wisata yang dimiliki dengan daya tarik masing-masing sudah menggeliat dan semangat yang lebih dari tahun-tahun kemarin," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Padat Karya Bantul Berdayakan Warga Miskin di 70 Kalurahan

Bantul
| Kamis, 09 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement