Advertisement

60.000 Ton Beras Impor Sudah Masuk Indonesia

Annasa Rizki Kamalina
Selasa, 27 Desember 2022 - 03:57 WIB
Jumali
60.000 Ton Beras Impor Sudah Masuk Indonesia Pedagang beras di Pasar Prawirotaman melayani pembeli, Senin (29/3/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) melaporkan sebanyak 60.000 ton beras impor dari target 200.000 ton telah masuk ke Indonesia.

BACA JUGA: Beras Impor Siap Banjiri Pasar

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Awaludin Iqbal, menyampaikan bahwa hingga Senin (26/12/2022), sudah 60.000 ton beras impor yang tiba di Indonesia.

“Kalau data ETA [Estimated Time of Arrival], sudah sampai 60.000 ton, tetapi belum semuanya masih gudang,” kata Iqbal kepada Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Senin (26/12/2022).

Iqbal menjelaskan meski beras impor sudah sampai Indonesia, tapi belum semuanya masuk ke gudang Bulog, karena belum dilakukan bongkar muat di pelabuhan.

Dia mengungkapkan beras impor yang masuk ke Indonesia untuk cadangan beras pemerintah (CBP) tersebut berasal dari Thailand, Vietnam, dan Pakistan.

Adapun, dengan masuknya 60.000 ton beras dari sejumlah negara, maka realisasi impor beras baru mencapai 30 persen dari target sebesar 200.000 ton. Iqbal berharap keseluruhan beras dapat tiba sebelum tahun 2022 berakhir.

“Harapannya sampai semua [tahun ini],” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, beras asal luar negeri tersebut pertama kali tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebanyak 5.000 ton dari Vietnam. Kemudian, pasokan secara bertahap tiba di 14 pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pelabuhan tersebut antara lain Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe (Aceh), Belawan (Medan), Dumai (Riau). Kemudian, Pelabuhan Teluk Bayur (Padang), Boom Baru (Palembang), Panjang (Lampung), Tanjung Priok (Jakarta), Merak (Banten), Tanjung Perak (Surabaya), Tenau (Kupang).

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengungkapkan sebelumnya beras impor akan didatangkan dari empat negara untuk tahun ini yaitu Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Pakistan.

Namun, Myanmar membatalkan ekspornya untuk tahun ini. Buwas menyampaikan Myanmar baru akan memasok beras kebutuhan CBP di awal 2023.

“Sebanyak 130.000 dari Thailand, sisanya itu dari Vietnam dan Pakistan, yang siap itu. Dari Myanmar tertunda,” kata Buwas, Jumat (16/12/2022).

Perum Bulog kembali melakukan importasi setelah tiga tahun akibat pasokan CBP, yang digunakan untuk stabilisasi harga di kala musim panen, kian menipis. Per 23 Desember 2022, ctok CBP Perum Bulog berada di level 390.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Begini Foto Rancangan Jembatan Pandansimo yang Menyambungkan JJLS Bantul dan Kulonprogo

Jogja
| Rabu, 08 Februari 2023, 19:57 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement