Advertisement

Vladimir Putin Beri Hadiah Natal untuk Ukraina?

Hesti Puji Lestari
Sabtu, 24 Desember 2022 - 18:47 WIB
Bhekti Suryani
Vladimir Putin Beri Hadiah Natal untuk Ukraina? Presiden Rusia, Vladimir Putin

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO— Jelang natal dan tahun baru, hubungan antara Rusia dan Ukraina belum juga mereda. Justru, ketegangan diprediksi semakin meningkat.

Hal tersebut lantaran Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, belum lama ini mendatangi Joe Biden di Gedung Putih untuk meminta bantuan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Laporan dari Al Jazeera menyebut jika Zelensky meminta bantuan berupa tambahan senjata kepada Amerika Serikat dan sekutu mereka.

Dan benar saja, Joe Biden telah mengesahkan sebuah perintah jika AS akan mengirim sistem rudal Patriot ke Ukraina dalam waktu dekat.

Sementara itu, Vladimir Putin menanggapi kunjungan Zelensky ke Gedung Putih tersebut dengan santai.

Justru yang bikin dunia terkejut adalah tawaran Putin untuk lekas berdamai dengan Ukraina dan mengakhiri perang. 

"Tujuan kami bukan untuk memutar roda konflik militer, tetapi sebaliknya, untuk mengakhiri perang ini. Kami akan berusaha untuk mengakhiri ini, dan tentu saja lebih cepat lebih baik," kata Putin.

BACA JUGA: PKS: AHY dan Aher Dibahas untuk Jadi Cawapres

Akan tetapi tawaran Putin itu tampaknya dipandang skeptis oleh Ukraina dan sekutunya.

Mereka mengira, Putin menawarkan demikian karena Rusia sudah kalah dalam pertempuran. Padahal jika Ukraina mau duduk bersama dan bernegosiasi, perdamaian bisa menjadi hadiah natal buat mereka dan tentu saja, dunia internasional pada umumnya.

Hadiah natal Vladimir Putin untuk Ukraina versi Zelensky

Alih-alih menyambut tawaran damai Putin dengan gembira. Zelensky justru memeringatkan jika Rusia kemungkinan memberikan 'hadiah' ke Ukraina dalam wujud serangan lanjutan.

Dalam pidato malamnya pada hari Jumat setelah kembali dari perjalanan ke AS, presiden Ukraina mengatakan jika natal bisa menjadi momen munculnya kembali serangan Rusia.

"Dengan semakin dekatnya musim liburan, teroris Rusia dapat kembali meningkatkan aktivitas mereka," katanya. 

“Mereka tidak menghargai nilai-nilai Kristen atau nilai apa pun dalam hal ini," ia menambahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Amankan ATF, Puluhan Polisi Disiagakan sejak YIA hingga Jembatan Bantar

Kulonprogo
| Rabu, 01 Februari 2023, 18:27 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement