Advertisement

Kyiv Terancam 'Kiamat' pada Musim Dingin

Erta Darwati
Kamis, 08 Desember 2022 - 12:57 WIB
Jumali
Kyiv Terancam 'Kiamat' pada Musim Dingin Asap mengepul dari lokasi kebakaran selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). - JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Walikota Kyiv, Vitali Klitschko memperingatkan dampak buruk yang akan terjadi di Ibukota Ukraina pada musim dingin saat ini jika serangan Rusia terus berlanjut.

BACA JUGA: Dua Kota di Ukraina Porak-poranda

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Meski begitu, Klitschko mengatakan bahwa saat ini penduduk Ukraina tidak perlu untuk mengungsi, tetapi harus selalu siap untuk melakukannya kapanpun.

"Kyiv mungkin kehilangan listrik, air, dan pasokan panas. Kiamat mungkin terjadi, seperti di film-film Hollywood, ketika tidak mungkin tinggal di rumah karena suhu rendah," kata Klitschko.

Adapun Klitschko menyampaikan bahwa pihaknya terus berjuang melakukan semua upaya yang bisa dilakukan agar 'kiamat' di Ukraina tidak terjadi.

"Tapi kami berjuang dan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan bahwa ini tidak terjadi," lanjutnya, seperti dilansir dari CNA, Kamis (8/12/2022).

Lebih lanjut, Klitschko mengatakan bahwa kini di ibukota kekurangan tempat penampungan dengan pemanas yang memadai untuk menampung 3,6 juta penduduk jika terjadi pemadaman total. Selain itu, Klitschko juga menyampaikan bahwa penduduk harus siap untuk mengungsi jika situasi di Ibukota memburuk.

"Kami telah menyiapkan hampir 500 hub pemanas otonom saat ini, tetapi untuk kota berpenduduk 3 juta, 500 hub bukanlah apa-apa," katanya.

Adapun Klitschko menggambarkan masa depan yang sulit bagi ibu kota Ukraina yang berusia lebih dari 1.500 tahun itu. Dia membuat satu skenario di mana kota dibiarkan tanpa pemanas hingga musim semi tiba pada saat suhu dapat turun hingga -15 derajat Celcius.

"Jika pasokan listrik terus tidak ada sementara suhu di luar tetap rendah, sayangnya kami terpaksa menguras air dari gedung-gedung, jika tidak, air dapat membeku dan merusak seluruh jaringan pasokan air, dan bangunan akan menjadi tidak layak untuk digunakan lebih lanjut," lanjutnya.

Sementara itu, Klitschko mendesak warga untuk menyiapkan persediaan makanan dan air darurat, serta menyiapkan pakaian dan dokumen untuk antisipasi jika pasokan pemanas dimatikan.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa saat ini warga tidak perlu mengungsi karena kota hanya mengalami defisit listrik 20 persen dan kondisinya tetap stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Salah Paham, ODGJ Asal Madiun Nyaris Dimassa di Gunungkidul

Gunungkidul
| Senin, 30 Januari 2023, 13:57 WIB

Advertisement

alt

Ke Depan, Naik Candi Borobudur Harus Pakai Sandal Khusus

Wisata
| Senin, 30 Januari 2023, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement