Advertisement

Update Perang Rusia vs Ukraina, Sebagian Ukraina Kini Gelap Gulita

Ileny Rizky
Sabtu, 03 Desember 2022 - 21:07 WIB
Bhekti Suryani
Update Perang Rusia vs Ukraina, Sebagian Ukraina Kini Gelap Gulita Tim penyelamat berada di lokasi pusat perbelanjaan yang terkena serangan rudal Rusia di Kremenchuk, di wilayah Poltava, Ukraina, Senin (27/6/2022). Reuters - Anna Voitenko

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTAPerang Rusia vs Ukraina memasuki hari ke- 283, serangan Rusia yang menargetkan infrastruktur energi membuat penduduk Kota Kherson dan di beberapa wilayah Ukraina lainnya terpaksa hidup tanpa adanya aliran listrik.

Kepala OVA Kherson Yaroslav Yanushevich melaporkan kondisi ini melalui Telegram miliknya. Menindaklanjuti insiden ini, Yanushevich mengatakan bahwa petugas perbaikan tenaga energi sudah mulai bekerja untuk memulihkan kembali listrik ke rumah warga Kherson.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Penjajah Rusia menembaki Kherson, merusak jaringan listrik. Kota dibiarkan tanpa listrik lagi," kata Yanushevich dikutip pada Sabtu (3/12/2022).

Dilansir The Guardian pada Sabtu (3/12/2022), seorang warga di Novomoskovsk, Alina Trebushnikova menceritakan bagaimana warga Ukraina hidup di tengah kegelapan dan kedinginan tanpa adanya aliran listrik.

Alina menceritakan bagaimana kondisi di lingkungannya ketika hari mulai gelap pada pukul 4 sore di Ukraina. Terlebih saat ini suhu di Ukraina berada tepat di bawah nol derajat setelah malam tiba. 

Alina mengatakan bahwa pada pekan depan diperkirakan akan terjadi embun beku karena Ukraina mendekati musim dingin terberat  mereka sejak perang dunia kedua. "Listrik mati selama 24 jam penuh setelah serangan gencar tanggal 23 November," kata Alina.

"Para tetangga memiliki generator, tetapi harganya sekitar 50.000 hryvnia (£1.110), terlalu mahal untuk sebuah keluarga yang hidup dengan satu penghasilan, terutama jika Anda menambahkan biaya bensin," lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terus mengerahkan pasukannya untuk memperkuat posisi mereka di seluruh Ukraina demi menjaga keutuhan negaranya itu.

BACA JUGA: Cetak Sejarah! Kamerun Jadi Negara Afrika Pertama yang Kalahkan Brazil

"Kami terus memperkuat posisi kami di seluruh wilayah, kami mengumpulkan bantuan yang kami terima dari mitra kami," sebut Zelensky. "Saya yakin pasti akan ada keadilan," lanjutnya.

Rangkaian peristiwa perang Rusia vs Ukraina hari ke-283:

– PM Finlandia sebut perang Rusia menjadi tanda kelemahan UE

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin mengatakan perang di Ukraina telah mengungkap kelemahan mendasar dalam pertahanan dan strategi UE. Kemudian Inggris mengatakan penarikan Rusia memungkinkan Ukraina untuk menargetkan moda transportasi. 

Perdana Menteri Finlandia mengatakan perang Rusia di Ukraina menunjukkan bahwa Uni Eropa tidak cukup kuat. "Saya harus sangat jujur, Eropa tidak cukup kuat saat ini. Kita akan berada dalam masalah tanpa Amerika Serikat," katanya.

Marin bersikeras Ukraina harus diberikan segala jenis bantuan untuk memenangkan perang. Dia menambahkan bahwa AS sangat penting dalam memasok Kyiv dengan senjata, keuangan, dan bantuan kemanusiaan untuk menggagalkan ambisi Rusia.

– Sekitar enam juta penduduk Ukraina dilaporkan hidup tanpa listrik

Ketika para insinyur sedang berupaya untuk memulihkan utilitas dasar negara demi menghadapi musim dingin yang panjang dan pemadaman bergilir, serangan baru Rusia justru kembali mengancam warga Ukraina itu untuk membatalkan pengerjaan utilitas.

– Warga Kherson diminta mengungsi sementara waktu

Hampir sejak Ukraina merebut kembali Kherson, pihak berwenang telah mendesak penduduk yang rentan untuk meninggalkan kota itu karena adanya kekurangan listrik dan air. 

Sebelumnya, pihak berwenang juga mengatakan bahwa pihaknya telah memulihkan listrik ke 20 persen pelanggan di kota. “Tidak ada tegangan listrik di Kherson,” kata Kepala Administrasi Militer Regional Yaroslav Yanushevych.

"Ini terjadi karena serangan besar-besaran di kota oleh penjajah Rusia," sambungnya.

– PBB sebut tindakan Rusia yang serang infrastruktur energi sebagai kejahatan perang

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei V. Lavrov, mengulangi pernyataan Kremlin bahwa jaringan listrik Ukraina merupakan target militer yang sah. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa serangan semacam itu, yang telah membuat warga sipil kehilangan listrik saat musim dingin tiba, dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

– Pejabat Ukraina memperingatkan tidak ada indikasi serangan akan berhenti

“Masih ada ancaman serangan rudal terhadap infrastruktur kritis Ukraina dan fasilitas militer dalam waktu dekat,” kata Anggota Staf Umum Ukraina Oleksii Hromov.

"Tujuan musuh adalah untuk menimbulkan kepanikan pada populasi," lanjutnya.

– UE dan AS kirimkan bantuan transformasi dan generator ke Ukraina

"Uni Eropa dan Amerika Serikat dilaporkan mulai mengirimkan transformator dan generator berat. Namun, dibutuhkan waktu enam bulan untuk memulihkan infrastruktur yang rusak," kata kepala komite energi dan perumahan Ukraina Andriy Herus, dikutip dari the Guardian Sabtu (3/12/2022).

– Ukraina sebut telah kehilangan belasan ribu pasukan militernya

"Angkatan bersenjata Ukraina sejauh ini telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang melawan Rusia," kata penasihat presiden Mykhailo Podolyak.

“Kami memiliki angka resmi dari komando tertinggi, dan jumlahnya antara 10 ribu atau 12 ribu hingga 13 ribu tentara yang tewas,” sambungnya.

– 1.300 tahanan berhasil dipulangkan ke Ukraina

"Lebih dari 1.300 tahanan telah dikembalikan ke Ukraina sejak pasukan Rusia menyerbu," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis (1/12/2022).

Zelensky  menyampaikan hal ini  setelah melakukan pertukaran baru terhadap 50 tahanan dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia. “Setelah pertukaran hari ini, sudah ada 1.319 pahlawan yang kembali ke rumah,” kata Zelensky di Instagramnya.

Zelensky mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan beberapa pria yang sedang memegang bendera Ukraina.

– Anggota UE baru saja setujui harga barel untuk minyak lintas 

"Anggota UE untuk sementara telah menyetujui batas harga US$60 per barel untuk minyak lintas laut Rusia," kata para diplomat.

Eropa akan mulai memberlakukan embargo pengiriman minyak mentah Rusia mulai Senin (5/12/2022), sehingga batas harga akan berlaku untuk minyak yang diekspor melalui laut oleh Moskow ke pelabuhan di seluruh dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bibisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Puluhan Juta Dianggarkan Kelurahan Gedongkiwo untuk Tangani Sampah

Jogja
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement