Advertisement
BMKG Jepang Klarifikasi soal Erupsi Gunung Semeru Berpotensi Picu Tsunami
Luncuran awan panas Gunung Semeru terpantau dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/12/2020). Berdasarkan pemantauan Pos Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Semeru meluncurkan awan panas sepanjang 11 kilometer dan mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang terguyur abu. ANTARA FOTO - Seno
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi Jepang mengklarifikasi pernyataan terkait dengan potensi tsunami di negaranya akibat erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur.
Dilansir NHK News, Minggu (4/12/2022) Badan Meteorologi Jepang memastikan tidak ada ancaman tsunami bagi negaranya setelah gunung berapi Semeru di Pulau Jawa Indonesia memuntahkan awan panas setinggi 1.500 meter di atas puncak gunung tersebut.
Advertisement
Sebelumnya, lembaga tersebut mengatakan letusan terjadi sekitar pukul 09.18 waktu setempat. Dikatakan gambar dari satelit cuaca Himawari-9 menunjukkan penyebaran abu vulkanik.
Pusat penasehat abu vulkanik Australia mengatakan ketinggian abu mencapai sekitar 15 kilometer. Kondisi tersebut membuat BMKG Jepang bersiap siaga dan memantau intens pergerakan air laut.
BACA JUGA: Semeru Erupsi, Media Massa Jepang Sebut Bisa Picu Potensi Tsunami
Media lokal lainnya, Japan Times pun sebelumnya melaporkan BMKG memperingatkan tsunami dapat tiba di pulau Miyako dan Yaeyama di predektur selatan Okinawa, setelah letusan Semeru terjadi.
Tepat pukul 16.43 WIB, NHK News menyebarkan pernyataan terbaru dari pihak Badan Meteorologi Jepang, sekaligus para pejabat Jepang yang mengatakan tidak ada perubahan signifikan pada level air pasang di sepanjang pantai Jepang dan negara-negara lain setelah 7 jam erupsi terjadi.
Adapun, erupsi Gunung Semeru membuat sebanyak 1.979 orang mengungsi di beberapa titik, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pengungsian dilakukan setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Semeru ke level IV atau awas pada Minggu (4/12/2022) siang.
Pasalnya, gunung berapi tertinggi di pulau Jawa itu terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Hal ini terlihat dari luncuran Awan Panas Guguran (APG) sejak dini hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
Advertisement
30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cek Rem Mobil Sebelum Mudik Lebaran Demi Keselamatan
- KPK Periksa ASN Bea Cukai Terkait Pemindahan Uang Miliaran
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- Dinkes Kota Jogja Telusuri Enam Kasus Campak Awal 2026
- Promo Ramadan AC Aqua 1/2 PK, Ini 5 Rekomendasi Terbaiknya
- Kuota Penonton PSIM vs Persijap di Bantul Naik Jadi 7.000 Orang
- Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran
Advertisement
Advertisement








