Advertisement

Jaringan Listrik di Kiev Terancam Tertutup Total saat Musim Dingin karena Serangan Rusia

Arlina Laras
Sabtu, 19 November 2022 - 20:17 WIB
Budi Cahyana
Jaringan Listrik di Kiev Terancam Tertutup Total saat Musim Dingin karena Serangan Rusia Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2022 ini menunjukkan jalanan yang kosong di Kiev, ibu kota Ukraina. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTAPerdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal memperingatkan Kiev dapat menghadapi 'penutupan total' jaringan listrik karena serangan Rusia.

Melansir dari Aljazeera pada Sabtu (19/11/2022), serangan rudal Rusia telah melumpuhkan hampir setengah dari sistem energi Ukraina. Pihak berwenang memperingatkan kota itu dapat menghadapi "penutupan total" jaringan listrik saat musim dingin tiba.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Sayangnya Rusia terus melakukan serangan rudal terhadap infrastruktur sipil dan kritis milik Ukraina. Hampir setengah dari sistem energi kita dinonaktifkan,” kata Shmyhal setelah pembicaraan dengan Komisaris Perdagangan Eropa, Valdis Dombrovskis.  

Operator jaringan nasional Ukraina Ukrenergo mengatakan, bahwa Rusia telah meluncurkan enam serangan rudal berskala besar terhadap infrastruktur energi Ukraina pada 10 Oktober dan 15 November.

Rusia telah melakukan serangan signifikan di seluruh Ukraina setelah jembatan utama yang menghubungkan Semenanjung Krimea rusak sebagian akibat ledakan pada Oktober.

Moskow menyalahkan Kiev atas serangan itu, tuduhan yang dibantah Ukraina.

Di tengah suhu yang anjlok dan saat Kiev mengalami salju pertama selama musim dingin, pihak berwenang pun harus bekerja memulihkan listrik secara nasional setelah beberapa pemboman parah terhadap infrastruktur sipil Ukraina dalam sembilan bulan perang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bencana kemanusiaan di negara itu pada musim dingin ini karena kekurangan listrik dan air.

Advertisement

Wakil Kepala Pemerintahan Kiev, Mykola Povoroznyk mengatakan kota itu sedang mempersiapkan berbagai skenario, termasuk penutupan total.

Seorang juru bicara tentara Ukraina mengatakan dalam sebuah laporan, bahwa pasukan Rusia, yang sekarang ditempatkan kembali di tepi Sungai Dnieper di wilayah Kherson, telah menembaki kota-kota termasuk Antonivka dan Bilozerka di tepi barat, serta Chornobaivka, yang menjadi gudang peralatan Ukraina.

Adapun, penyelidik di daerah-daerah yang dibebaskan di wilayah Kherson menemukan 63 mayat dengan tanda-tanda penyiksaan setelah pasukan Rusia pergi, kata Denys Monastyrskyi, Menteri Dalam Negeri Ukraina,

Advertisement

Komisaris Hak Asasi Manusia di Parlemen Ukraina, Dmytro Lubinets, merilis sebuah video yang menunjukkan tempat yang diklaim digunakan pasukan Rusia sebagai ruangan penyiksaan di wilayah Kherson.

Video tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya. Namun, berdasarkan keterangan dari Aljazeera, Rusia membantah pasukannya sengaja menyerang warga sipil atau melakukan kekejaman.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang dikatakan Moskow sebagai operasi militer khusus untuk melenyapkan kaum nasionalis yang berbahaya. Kiev menyebut tindakan Rusia sebagai perampasan tanah imperialis yang tidak beralasan.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Stok Darah di PMI DIY Sabtu 3 Desember 2022

Jogja
| Sabtu, 03 Desember 2022, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Rawat Ribuan Ikan di Sungai, Rumah Pria Ini Jadi Rujukan Wisata

Wisata
| Sabtu, 03 Desember 2022, 14:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement