Advertisement

Intel Rusia Sebut Putin Bisa Dibunuh Jika Datang ke KTT G20

Aprianto Cahyo Nugroho
Kamis, 10 November 2022 - 20:47 WIB
Budi Cahyana
Intel Rusia Sebut Putin Bisa Dibunuh Jika Datang ke KTT G20 Presiden Rusia Vlamidir Putin - Dok. Kremlin

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Intelijen Rusia mengungkapkan Presiden Vladimir Putin batal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali 15-16 November 2022 karena sejumlah faktor keamanan, termasuk risiko pembunuhan.

Dilansir dari laporan akun Telegram General SVR, yang diyakini sebagai intelijen Rusia dan dekat dengan Kremlin, masalah keamanan menjadi isu utama Putin untuk berpartisipasi dalam KTT G20.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Tidak mungkin di Bali memberikan tingkat (keamanan) yang tepat, setidaknya sebanding dengan langkah-langkah yang diberikan di Rusia,” ungkap akun tersebut, dikutip Kamis (10/11/2022).

Akun ini juga mengungkapkan bahwa risiko keamanan ini termasuk meningkatnya risiko Putin menjadi objek pembunuhan.

“Risiko menjadi objek pembunuhan meningkat secara signifikan. Tetapi bahkan ini tidak menghentikan Presiden Rusia sekarang dan tidak memungkinkan untuk membuat keputusan partisipasi dalam KTT, ada alasan lain yang lebih nyata,” lanjutnya.

Kabar tidak hadirnya Putin dalam KTT G20 juga telah dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

"Gak, Putin gak hadir. Dia sudah menyampaikan untuk kirim Menlu [Sergei Lavrov] untuk datang [menggantikan Putin]," ujarnya ketika ditemui di kawasan Nusa Dua, Bali pada Kamis (10/11/2022).

Dia menyebutkan telah mendapat informasi resmi dari pemerintah Rusia terkait ketidakhadiran Putin pada acara puncak Presidensi G20 Indonesia atau KTT G20 Bali.

Advertisement

Dalam postingan yang sama, akun General SVR juga mengatakan bahwa salah satu peserta peserta G20 yang tidak disebutkan namanya akan menampar wajah Putin dengan telapak tangan terbuka dalam pertemuan pribadi.

Pemimpin ini bermaksud menunjukkan sikapnya terhadapnya sebagai penjahat perang, ungkap pesan Telegram tersebut.

"Orang ini mengatakan, secara terbuka di lingkarannya, bahwa dia siap untuk mengadakan pertemuan pribadi dengan Putin di KTT, bahkan mengabaikan protokol," tulis akun tersebut, seperti dilansir Daily Mail.

Advertisement

Sumber tersebut mengatakan informasi yang disampaikan kepada Putin secara jelas sesuai dengan kenyataan dan dikonfirmasi oleh beberapa sumber. Oleh karena itu, Putin tidak siap mengambil risiko dipermalukan dengan menerima tamparan hadapan muka publik.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Kejar Realisasi Penyerapan DAK Nonfisik, BKKBN DIY Lakukan Monev ke Kabupaten Sleman

Jogja
| Kamis, 08 Desember 2022, 09:57 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement