Advertisement
Kasus Covid-19 Melonjak, Lockdown Hantui China
Petugas kepolisian dengan alat pelindung diri (APD) berjaga di persimpangan jalan saat lockdown akibat Covid-19 di Shanghai, China, Senin (25/4 - 2022). Shanghai menjadi pusat wabah Covid/19 terburuk di China setelah kejadian di Wuhan beberapa tahun lalu. Sebanyak 138 Jiwa dilaporkan meninggal dunia pada gelombang kali ini. Bloomberg
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pusat manufaktur global China menjadi pusat penyebaran virus Covid-19 setelah lonjakan kasus dilaporkan terjadi di Guangzhou.
Berdasarkan data resmi pada Selasa (8/11/2022) menunjukkan infeksi lokal Covid-19 baru naik menjadi 7.475 kasus. Otoritas kesehatan China menyebut jumlah itu naik dari 5.496 kasus di hari sebelumnya.
Advertisement
Jumlah tersebut dinyatakan sebagai penularan infeksi Covid-19 baru tertinggi sejak 1 Mei 2022, dan Guangzhou menyumbang hampir sepertiga dari infeksi baru, seperti dilansir dari CNA, Rabu (9/11/2022).
Kota-kota besar seperti Beijing, menuntut lebih banyak tes PCR untuk penduduk dan melakukan pembatasan, bahkan di beberapa distrik dalam beberapa kasus.
Baca juga: Musim Hujan, Selalu Siap Sedia Sejumlah Obat Berikut Ini
Peningkatan kasus Covid-19 di China akan menantang ekspektasi para investor, bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu dapat segera membuka kembali perbatasannya atau bahkan mundur.
Yuan melemah terhadap dolar dan saham China tergelincir pada Selasa (8/11/2022) karena peningkatan kasus baru Covid-19.
Hal tersebut akan menutup kemungkinan dibukanya kembali pembatasan China, usai ditutup untuk sebagian besar pengunjung termasuk turis sejak 2020 lalu.
Guangzhou, Ibu Kota provinsi Guangdong, melaporkan sebanyak 2.377 kasus lokal baru Covid-19 pada (7/11/2022), naik dari 1.971 kasus pada hari sebelumnya.
Kasus Covid-19 melonjak di kota selatan yang dijuluki "lantai pabrik dunia", melampaui jumlah kasus di kota Hohhot di Mongolia, menjadikannya sebagai pusat Covid-19 di China saat ini, dan wabah paling serius yang pernah ada.
Terdapat banyak distrik Guangzhou, termasuk Haizhu tengah, telah memberlakukan berbagai tingkat pembatasan dan penguncian wilayah.
Sejauh ini, Guangzhou telah menolak menerapkan lockdown seperti yang dilakukan di Shanghai pada awal tahun ini.
Shanghai saat ini tidak mengalami kenaikan kasus Covid-19, karena dikunci pada bulan April dan Mei 2022 usai dilaporkan terdapat beberapa ribu infeksi baru setiap hari pada pekan terakhir bulan Maret.
Salah satu pekerja di sebuah perusahaan di Guangzhou, Aaron Xu mengatakan bahwa dirinya telah bekerja dari rumah selama beberapa hari terakhir.
"Hanya beberapa kompleks yang dikunci sejauh ini. Sebagian besar kami melihat gangguan dalam bentuk layanan angkutan umum yang ditangguhkan dan keamanan kompleks yang membatasi kurir dan pengiriman makanan. Dan kami harus melakukan tes PCR setiap hari," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
Advertisement
Embarkasi Haji YIA, Kulonprogo Siapkan Kantong Parkir dan Stand UMKM
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Dokter Paru Ingatkan Pasien TBC Jangan Hentikan Obat
- BMKG: Cuaca Ekstrem DIY 4-5 Maret 2026, Hujan Lebat-Gelombang Tinggi
- Serangan Israel ke Teheran-Isfahan, Iran Membalas
- Masuk Permukiman, Macan Tutul Tawangmangu Dievakuasi ke Solo Safari
- Kelas Pintar Dukung Pembelajaran AI, Perkuat Digitalisasi Pendidikan
- Hakim Tipikor Perintahkan Usut Keterlibatan Pemilik Wilmar Cs
- Bahlil Alihkan Impor Minyak ke AS, Respons Perang Iran
Advertisement
Advertisement







