Kapolri Targetkan Peserta E-Sports Cup 2027 Naik 10 Kali Lipat
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Saiful Anwar dr. Syaifullah Asmiragani (kanan) dan dr. Akbar Sidiq menyampaikan keterangan pers mengenai penyebab kematian korban ke-135 tragedi Kanjuruhan di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (24/10/2022)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Santer beredar kabar bahwa korban ke-135 Tragedi Kanjuruhan bernama Farzah Dwi Kurniawan, 20, meninggal karena Covid-19 bukan karena kekerasan saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan awal Oktober lalu.
Terkait dengan hal itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Saiful Anwar dr Syaifullah Asmiragani menegaskan bahwa penyebab kematian korban ke-135 Tragedi Kanjuruhan warga Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang tersebut bukan Covid-19.
Asmiragani di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (24/10/2022), mengatakan bahwa korban tragedi Kanjuruhan yang meninggal setelah 23 hari menjalani perawatan di rumah sakit tersebut tidak meninggal karena Covid-19.
"Ada beberapa hal yang ingin kemi tekankan, salah satu prosedur yang dilaksanakan adalah [pemeriksaan] swab. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi yang jelas korban meninggal dunia bukan karena Covid-19," kata Syaifullah.
BACA JUGA: Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Tambah Satu, Jadi 135 Orang
Menurut dia, Farzah meninggal dunia karena trauma signifikan yang membuatnya mengalami penurunan kesadaran. "Pasien mengalami penurunan kesadaran dan beberapa kasus lain," katanya mengenai kondisi Farzah, .
Saat masuk ke RSUD Saiful Anwar kondisi pasien tersebut menurun karena mengalami hipoksia atau kondisi saat sel-sel dalam jaringan tubuh mengalami penurunan kadar oksigen, sehingga tidak bisa berfungsi secara normal.
Menurut dokter anestesi yang menangani Farzah di unit perawatan intensif, dr. Akbar Sidiq, Farzah masuk ke RSUD Saiful Anwar dalam keadaan kritis, mengalami trauma di kepala serta cedera pada dada dan perut.
"Dilakukan perawatan hingga pemasangan ventilator selama hampir dua minggu. Sempat ada perbaikan, namun karena pasien kembali kritis dan kondisinya naik turun," katanya.
Syaifullah menjelaskan pula bahwa Farzah sudah dua kali menjalani tes RT-PCR untuk mendeteksi penularan Covid-19 dan hingga meninggal pasien tersebut masih positif terserang Covid-19.
Jenazah Farzah semestinya dimakamkan sesuai dengan protokol penanganan jenazah pasien Covid-19, tetapi karena pasien tersebut sudah lebih dari dua pekan terserang Covid-19 maka prosesnya dipermudah.
"Kalau pasien dengan Covid-19 harusnya mengikuti protokol. Namun, karena ini sudah dua kali di-swab, pada 15 Oktober terakhir, dan itu masih positif. Tetapi pada akhirnya [proses] dipermudah," kata Syaifullah.
Farzah merupakan korban ke-135 yang meninggal akibat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada malam 1 Oktober 2022, selepas pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Pemerintah memastikan keamanan nasional jelang HUT ke-81 RI terkendali dan mengimbau masyarakat bijak menerima informasi di media sosial.
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Prajogo Pangestu kembali tersalip Low Tuck Kwong setelah kekayaannya susut sekitar Rp10 triliun dalam satu sesi perdagangan.
Karhutla Bromo mencapai sekitar 550 hektare. Menkopolkam Djamari Chaniago menduga kebakaran dipicu kelalaian manusia atau human error.
Bigmo diperiksa Polda Metro Jaya selama empat jam dan dicecar 40 pertanyaan terkait dugaan promosi likuid vape bersama anak-anak.