Bayi Perempuan Ditemukan di Kebun Jagung Klaten, Polisi Buru Pelaku
Bayi perempuan ditemukan di kebun jagung Klaten dalam kondisi memprihatinkan. Polisi menyelidiki dugaan pembuangan bayi, sementara korban dirawat intensif.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, KLATEN—M, guru mata pelajaran di SMP swasta di Klaten diduga menghajar belasan siswa di sekolah setempat, Selasa (30/8/2022). Belasan siswa ditendang dan diolesi minyak jelantah karena mencoret-coret tembok sekolah.
Kepala SMP swasta di Klaten itu, H, mengatakan sudah mengundang orang tua siswa yang diduga menjadi korban penganiayaan salah satu guru.
BACA JUGA: Kebakaran Rumah di Sleman Tewaskan 3 Orang, Begini Pengakuan Anak Korban
“Kami sudah mengundang wali murid dan sudah hadir di sekolah. Intinya Pak guru itu sudah mengakui bahwa itu kekhilafan dan sudah membuat surat pernyataan tidak akan diulangi lagi,” kata H saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Kamis (1/9/2022) sore.
H menjelaskan belasan siswa itu kini masih mengikuti pembelajaran seperti biasa. Dia menegaskan kekerasan maupun bullying tak dibenarkan terjadi di lingkungan sekolah.
Apalagi, sekolah yang dia pimpin menjadi salah satu sekolah penggerak. Akan ada pembinaan khusus kepada M setelah kejadian tersebut.
“Saya sebagai pengelola sekolah meyakinkan bahwa itu tidak akan terjadi lagi di sekolah,” jelas H.
Salah satu orang tua, IK, 45, mengatakan ada 15-16 siswa yang dihukum lantaran mencoret-coret tembok sekolah. Belasan siswa itu lantas dipanggil guru bimbingan konseling (BK).
Belasan siswa itu diminta membersihkan tembok sekolah yang sudah dicoret-coret dan mengecat lagi.
Setelah itu, ada kesepakatan belasan anak itu iuran Rp10.000 per orang dan pengecatan dilakukan oleh karyawan sekolah setempat. Peristiwa itu terjadi sekitar dua pekan lalu.
“Anak-anak juga diskors mengerjakan tugas di rumah selama dua hari,” kata IK saat ditemui wartawan di rumahnya di Kecamatan Ngawen, Kamis (1/9/2022).
Setelah menjalani sanksi tersebut, IK menjelaskan permasalahan sebenarnya sudah selesai. Siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Namun, belasan siswa itu dipanggil lagi ke ruang BK, Selasa (30/8/2022). Mereka ditemui salah satu guru mata pelajaran berinisial M.
“Saat itu dari 15-16 orang, yang tidak masuk tiga orang,” jelas IK.
Oleh M, siswa yang dikumpulkan ke ruang BK itu diduga ditendang pada bagian kepala. Selain itu, wajah mereka diolesi minyak jelantah oleh M.
“Dia juga menyampaikan kata-kata menyangkut orang tua. Katanya kalau tidak terima, orang tua suruh ke sini. Ya saya tidak terima,” kata IK.
Mengetahui anaknya diduga mendapatkan perlakuan kasar oleh salah satu guru, IK langsung menghubungi wali kelas. “Katanya sudah dikoordinasi sekolah dan akan diselesaikan di pihak sekolah,” kata dia.
Orang tua siswa yang diduga menjadi korban penganiayaan lantas diundang ke sekolah, Kamis (1/9/2022). Mereka dipertemukan dengan M. “Iya, sudah dipanggil ke sekolah. Tetapi titik terangnya belum ada. Guru juga minta maaf ada kesalahan,” jelas IK.
BACA JUGA: Hingga Agustus, 115 Nyawa Melayang akibat Lakalantas di Bantul, Ini Titik Rawannya
Disinggung langkah untuk menempuh jalur hukum, IK mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan orang tua siswa lainnya.
IK menjelaskan anaknya berinisial R yang kini duduk di kelas IX mengalami benjol pada bagian kepala diduga akibat ditentang oleh M. R masih masuk sekolah mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Bayi perempuan ditemukan di kebun jagung Klaten dalam kondisi memprihatinkan. Polisi menyelidiki dugaan pembuangan bayi, sementara korban dirawat intensif.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.