Advertisement

Kekuatan Mata-Mata Melemah, Rusia Kehilangan Tenaga dalam Invasi ke Ukraina

John Andhi Oktaveri
Jum'at, 22 Juli 2022 - 12:37 WIB
Budi Cahyana
Kekuatan Mata-Mata Melemah, Rusia Kehilangan Tenaga dalam Invasi ke Ukraina Kendaraan militer yang hancur terlihat selama konflik Ukraina-Rusia di kota Rubizhne, wilayah Luhansk, Ukraina, 1 Juni 2022. - Antara/Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Inggris (MI6) Richard Moore mengatakan Rusia kehilangan tenaga dalam invasinya ke Ukraina selain kekuatan untuk memata-matai Eropa melemah hingga separuhnya.

Richard mengatakan pelemahan kekuatan Rusia itu menyusul pengusiran lebih dari 400 perwira intelijen Rusia dari kota-kota di seluruh Eropa dan penangkapan beberapa mata-mata yang menyamar sebagai warga sipil.

BACA JUGA: Langgar Aturan Keamanan Data, Transportasi Online di China Didenda Rp17,7 Triliun

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Dalam acara  Forum Keamanan Aspen, dia mengatakan bahwa sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, negara-negara Eropa telah mengusir 400 perwira intelijen Rusia yang beroperasi di bawah perlindungan diplomatik di seluruh blok Eropa.

"Dan kami rasa, di Inggris kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan untuk memata-matai Eropa tinggal setengahnya," kata Moore.

Dia menambahkan, bahwa sejumlah mata-mata Rusia yang beroperasi dengan menyamar sebagai warga sipil biasa juga telah terungkap dan ditangkap dalam beberapa bulan terakhir.

Moore juga yakin Rusia bisa kehabisan tenaga di Ukraina.

"Saya pikir penilaian kami adalah bahwa Rusia akan semakin sulit untuk menambaah kekuatan selama beberapa minggu ke depan. Mereka harus berhenti sejenak dan itu akan memberi peluang Ukraina untuk menyerang balik, katanya seperti dikutip CNN.com, Jumat (22/7/2022).

BACA JUGA: Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern

Advertisement

"Semangat mereka masih tinggi," kata Moore mengacu pada Ukraina.

Menurutnya, Ukraina mulai menerima peningkatan jumlah persenjataan yang bagus. Sedangkan  Rusia, sebaliknya, gagal secara signifikan dalam tujuan awalnya untuk merebut Kyiv dan menggulingkan pemerintah di sana dan sebagian besar hanya menggunakan "senjata meriam" untuk serangannya di Ukraina timur, katanya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

134 Orang Meninggal Dunia di Bantul Sepanjang Tahun Ini karena Kecelakaan Lalu Lintas

Bantul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement