Advertisement

Kasus Covid-19 di Jogja Naik Lagi, Begini Tanggapan Sultan

Sunartono
Kamis, 21 Juli 2022 - 20:37 WIB
Bhekti Suryani
Kasus Covid-19 di Jogja Naik Lagi, Begini Tanggapan Sultan Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan pentingnya booster seiring meningkatkan kasus Covid-19. Sultan mengatakan meski terjadi kenaikan namun sebagian besar menjalani isolasi mandiri sehingga tidak tergolong berat.

“Mau apa lagi biarpun naik kasusnya tetapi relatif rendah yang di rumah sakit, berarti mereka berada isolasi di rumah, ya harapan saya tiga sampai lima hari sembuh. Hanya batuk pilek saja,” kata Sultan di Kepatihan, Kamis (21/7/2022).

HB X mengingatkan pentingnya masyarakat melakukan booster meski sebenarnya agak susah meminta masyarakat untuk segera melakukan booster. Karena sebagian besar menganggap cukup melakukan vaksinasi dua dosis. Akan tetapi karena pemerintah berniat untuk mensukseskan booster maka sudah seharusnya masyarakat mengikutinya demi menambah imunitas dan mengurangi tingkat keparahan ketika terinfeksi.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Tanpa booster tidak punya aktivitas tidak hanya keluar negeri, tetapi di dalam negeri pun diatur. Supaya masyarakat mau booster, karena kita tidak tahu memang imunitas itu baru kita rasakan kalau kita merasa sehat. Dalam arti tidak terkena [terinfeksi], tetapi tidak bisa diyakini bahwa tidak terkena, jadi membangun imunitas baru kita rasakan kalau kita diserang flu tetapi tidak jadi flu, baru kelihatan bahwa dirinya punya imunitas,” ucapnya.

BACA JUGA: Bupati Kulonprogo: Utara Masa Lalu, Pansela DIY Masa Depan

Masyarakat sebagian besar baru merasa harus berobat seperti melakukan vaksinasi ketika mereka telah merasakan sakit, sehingga merasa butuh untuk menambah imunitas. Oleh karena itu, kondisi saat ini kemauan masyarakat untuk melakukan booster menjadi harapan besar banyak pihak terutama masyarakat.

“Tetapi kalau terjadi sesuatu akhirnya sakit berarti berobat jadi perlu, akhirnya booster baru dianggap penting meningkatkan imunitas. Kita sudah sosialisasi. Sekarang tinggal publik sendiri bagaimana punya kemauan kalau menganggap anak muda nanti kan hanya pilek saja toh lima hari sembuh, ini yang susah begini ini, jelaskan tidak akan mendatangi tempat booster,” katanya.

Meski kasus mengalami kenaikan namun Sultan memastikan belum akan melakukan evaluasi terkait pembelajaran tatap muka di sekolah. Oleh karena itu PTM di sekolah tetap berjalan seperti biasa dengan menerapkan prokes.

“Enggak [ada evaluasi] dalam arti ini kan sudah dua tahun lebih ya kan mau sosialisasi apa lagi, mosok sudah dua tahun tidak tahu, mestinya tahu kalau tetap menjaga imunitas, ada booster, mesti tahu. Hanya masalahnya mampu meluangkan waktu atau tidak untuk booster itu saja, hanya kemauan, ada atau tidak,” ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

BPBD DIY Akan Luncurkan 55 Sekolah Aman Bencana

Jogja
| Senin, 03 Oktober 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement