Veda Ega Pratama Runner-up Moto3 Malaysia, Cetak Sejarah di Sepang
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan pentingnya booster seiring meningkatkan kasus Covid-19. Sultan mengatakan meski terjadi kenaikan namun sebagian besar menjalani isolasi mandiri sehingga tidak tergolong berat.
“Mau apa lagi biarpun naik kasusnya tetapi relatif rendah yang di rumah sakit, berarti mereka berada isolasi di rumah, ya harapan saya tiga sampai lima hari sembuh. Hanya batuk pilek saja,” kata Sultan di Kepatihan, Kamis (21/7/2022).
HB X mengingatkan pentingnya masyarakat melakukan booster meski sebenarnya agak susah meminta masyarakat untuk segera melakukan booster. Karena sebagian besar menganggap cukup melakukan vaksinasi dua dosis. Akan tetapi karena pemerintah berniat untuk mensukseskan booster maka sudah seharusnya masyarakat mengikutinya demi menambah imunitas dan mengurangi tingkat keparahan ketika terinfeksi.
“Tanpa booster tidak punya aktivitas tidak hanya keluar negeri, tetapi di dalam negeri pun diatur. Supaya masyarakat mau booster, karena kita tidak tahu memang imunitas itu baru kita rasakan kalau kita merasa sehat. Dalam arti tidak terkena [terinfeksi], tetapi tidak bisa diyakini bahwa tidak terkena, jadi membangun imunitas baru kita rasakan kalau kita diserang flu tetapi tidak jadi flu, baru kelihatan bahwa dirinya punya imunitas,” ucapnya.
BACA JUGA: Bupati Kulonprogo: Utara Masa Lalu, Pansela DIY Masa Depan
Masyarakat sebagian besar baru merasa harus berobat seperti melakukan vaksinasi ketika mereka telah merasakan sakit, sehingga merasa butuh untuk menambah imunitas. Oleh karena itu, kondisi saat ini kemauan masyarakat untuk melakukan booster menjadi harapan besar banyak pihak terutama masyarakat.
“Tetapi kalau terjadi sesuatu akhirnya sakit berarti berobat jadi perlu, akhirnya booster baru dianggap penting meningkatkan imunitas. Kita sudah sosialisasi. Sekarang tinggal publik sendiri bagaimana punya kemauan kalau menganggap anak muda nanti kan hanya pilek saja toh lima hari sembuh, ini yang susah begini ini, jelaskan tidak akan mendatangi tempat booster,” katanya.
Meski kasus mengalami kenaikan namun Sultan memastikan belum akan melakukan evaluasi terkait pembelajaran tatap muka di sekolah. Oleh karena itu PTM di sekolah tetap berjalan seperti biasa dengan menerapkan prokes.
“Enggak [ada evaluasi] dalam arti ini kan sudah dua tahun lebih ya kan mau sosialisasi apa lagi, mosok sudah dua tahun tidak tahu, mestinya tahu kalau tetap menjaga imunitas, ada booster, mesti tahu. Hanya masalahnya mampu meluangkan waktu atau tidak untuk booster itu saja, hanya kemauan, ada atau tidak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Malaysia setelah terjatuh pada lap kedua. Pembalap Indonesia itu kini membidik hasil lebih baik di Qatar.