Advertisement

Rusia Ingin Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia, Ini Alasannya

Ni Luh Anggela
Kamis, 14 Juli 2022 - 12:37 WIB
Bhekti Suryani
Rusia Ingin Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia, Ini Alasannya Delegasi Sherpa G20 dari berbagai negara berjalan kaki menuruni bukit di Pulau Pandar, Labuan Bajo, NTT setelah melaksanakan 2nd Sherpa Meeting G20 Indonesia. Bisnis - Ni Luh Anggela

Advertisement

Harianjogja.com, LABUAN BAJO - Sherpa G20 Rusia Svetlana Lukash menyampaikan pihaknya melihat ada potensi besar dalam memperluas kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia di masa mendatang.

"Saya melihat potensi besar dalam memperluas kerja sama kita," kata Svetlana di Hotel Meruorah, Labuan Bajo pada Rabu (14/7/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurutnya, Indonesia dan Rusia dapat menghasilkan banyak proyek bersama dalam bentuk maupun bidang apapun, mulai dari sektor pangan, pertanian, industri serta perluasan kerja sama digital.

Selain itu, kata dia, ada potensi mengembangkan semacam proyek transisi energi.

Sebagaimana diketahui, Rusia memiliki teknologi, energi Matahari dan gas alam yang ramah lingkungan. Menurutnya, Rusia dapat mengembangkan lebih banyak kerja sama di bidang ekonomi sirkular yang juga menjadi prioritas bagi Federasi Rusia.

"Jadi, semua tentang pengelolaan limbah, efisiensi dalam pengelolaan air, dan ekonomi karbon sirkular. Itulah yang diinginkan oleh kedua negara kita saat ini. Jadi mari kita pertimbangkan proyek-proyek bilateral dalam hal ini," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan, ekonomi sirkular diperkirakan dapat memberikan manfaat bagi perekonomian sebesar US$4,5 triliun hingga 2030.

BACA JUGA: Dapat Rp2,4 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja Solo, Pria Ini Ingin Kembangkan Pesantren

Pendekatan sirkular disebut dapat memberikan banyak manfaat, seperti menghasilkan tambahan PDB ekonomi sebesar Rp593 triliun - Rp638 triliun, mengurangi limbah di setiap sektor sebesar 18 hingga 52 persen dan mengurangi emisi CO2 sebesar 126 juta ton, serta penggunaan air sebesar 6,3 miliar meter kubik.

Tak hanya itu, pendekatan sirkular  juga menciptakan 4,4 juta pekerjaan kumulatif bersih dan menciptakan penghematan rumah tangga tahunan mencapai hampir 9 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Terkait Wacana Uang Pangkal, Ini Kata UGM...

Sleman
| Selasa, 31 Januari 2023, 14:07 WIB

Advertisement

alt

Cacing-cacing di Terowongan Terbengkalai Ini Memancarkan Cahaya Biru di Malam Hari

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement