Advertisement
Intelijen AS: Iran Kian Kuat di Tengah Serangan AS-Israel
Warga membersihkan puing-puing di antara bangunan yang hancur di daerah pemukiman di Teheran, Iran, 15 Maret 2026. /ANTARA/Xinhua/Shadati - pri.
Advertisement
Harianjogja.com, Istanbul — Intelijen Amerika Serikat (AS) menilai Iran justru menunjukkan ketahanan yang semakin kuat di tengah gempuran serangan militer AS dan Israel dalam dua pekan terakhir. Temuan ini memunculkan kekhawatiran baru terkait stabilitas kawasan dan potensi konflik berkepanjangan.
Laporan media The Washington Post menyebutkan bahwa hasil penilaian intelijen AS tidak menemukan adanya retakan serius dalam struktur kekuasaan Iran sejak dimulainya serangan pada 28 Februari lalu.
Advertisement
Sumber yang dikutip dalam laporan tersebut mengungkapkan bahwa meskipun kekuatan militer Iran mengalami tekanan, pemerintahan Republik Islam itu tetap solid tanpa indikasi pembelotan internal.
Bahkan, sistem kekuasaan Iran disebut semakin menguat di bawah kendali Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang dinilai mampu menjaga stabilitas internal di tengah tekanan eksternal.
BACA JUGA
Intelijen AS juga memperkirakan pemerintahan Iran akan tetap bertahan dalam waktu dekat, bahkan berpotensi semakin percaya diri karena merasa mampu menghadapi tekanan dari Donald Trump, terutama setelah adanya dukungan untuk operasi militer bersama dengan Israel.
Di sisi lain, laporan tersebut mencatat meningkatnya kekhawatiran di kalangan sekutu AS di kawasan Timur Tengah yang merasa terancam oleh potensi eskalasi konflik dan kemungkinan menjadi target balasan Iran.
Ancaman tersebut tidak hanya menyasar instalasi militer, tetapi juga berpotensi mengenai infrastruktur sipil di negara-negara kawasan yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia terus meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah negara, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung fasilitas militer AS.
Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta memicu gangguan signifikan pada pasar global dan penerbangan internasional, mempertegas dampak luas dari konflik yang masih terus berkembang di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
Advertisement
Advertisement







