Advertisement

Putin Persilakan Negara Barat Serang Rusia, Taruhannya Ukraina

John Andhi Oktaveri
Jum'at, 08 Juli 2022 - 09:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Putin Persilakan Negara Barat Serang Rusia, Taruhannya Ukraina Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh negara Barat melakukan agresi puluhan tahun terhadap Moskow. Ia memperingatkan bahwa jika ingin mencoba mengalahkan Rusia di medan perang boleh dicoba tapi langkah itu akan membawa tragedi bagi Ukraina.

Pernyataannya disampaikan saat Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bersiap untuk pertemuan tertutup menteri luar negeri pada pertemuan G20 di Indonesia pada hari ini.

Pertemuan itu akan menjadi yang pertama bagi diplomat top Putin bertatap muka dengan para penentang paling vokal dari invasi ke Rusia sejak Februari lalu.

Sementara itu, di Ukraina, gubernur regional kota timur laut Kharkiv mengatakan Kamis (7/7/2022) malam bahwa tiga orang tewas dan lima lainnya cedera setelah pasukan Rusia menembaki kota itu.

Pasukan Rusia juga menyerang wilayah lainnya di Ukraina timur setelah menguasai wilayah Luhansk.

"Kami telah mendengar berkali-kali bahwa Barat ingin melawan kami hingga Ukraina terakhir. Ini adalah tragedi bagi rakyat Ukraina, tetapi tampaknya semuanya menuju ke arah ini," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi kepada para pemimpin parlemen seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (8/7/2022).

Negara Barat telah gagal dalam upayanya  menahan serangan Rusia dan sanksinya terhadap Moskow telah menyebabkan kesulitan  tetapi "tidak pada skala yang direncanakan," tambah Putin.

Rusia mengatakan Rusia tidak menolak pembicaraan damai, tetapi semakin jauh konflik berlanjut, semakin sulit untuk mencapai kesepakatan.

Sebelumnya, Kyiv kehilangan salah satu pendukung internasional utamanya setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dia akan mundur.

Inggris

Ukraina menyatakan pihaknya mengharapkan dukungan Inggris berlanjut dan berterima kasih kepada Johnson karena membela kepentingan Ukraina. Sedangkan, Moskow tidak menyembunyikan kegembiraannya atas kejatuhan seorang pemimpin yang telah lama dikritik karena mempersenjatai Kyiv dengan penuh semangat.

Advertisement

Dalam panggilan telepon, Johnson mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy "Kamu adalah pahlawan, semua orang mencintaimu", kata juru bicara Johnson.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menggambarkan Perdana Menteri Inggris sebagai "teman sejati Ukraina" karena menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang secara tegas mengutuk invasi dan juga "membantu Ukraina mempertahankan diri dan akhirnya memenangkan perang ini di masa depan".

Pengunduran diri Johnson terjadi pada saat terjadi gejolak domestik di beberapa negara Eropa lainnya yang mendukung Kyiv dan keraguan tentang daya tahan mereka atas konflik yang berkepanjangan.

Advertisement

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Dies Natalis Sanata Dharma ke-67, Dorong Semangat Persaudaraan

Sleman
| Senin, 03 Oktober 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement