Advertisement

Simak Tata Cara, Niat, dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Restu Wahyuning Asih
Kamis, 07 Juli 2022 - 08:37 WIB
Sirojul Khafid
Simak Tata Cara, Niat, dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah Ilustrasi seorang pria sedang membaca niat puasa - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO—Dalam memasuki bulan Dzulhijjah, umat muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, dzikir, sedekah, dan lainnya.

Amalan yang dapat mendatangkan syafaat yakni melakukan puasa sunnah pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah.

Artinya: “Tidak ada hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab: ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”

Sebagaimana puasa lainnya, melakukan Puasa Dzulhijjah juga harus dilakukan dengan niat di malam hari.

Niat puasa dari tanggal 1-7 Dzulhijjah 

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.  

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”

Niat puasa Tarwiyyah (8 Dzulhijjah)

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.  

Advertisement

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”

Niat puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.  

Advertisement

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”

Puasa Dzulhijjah yang dilakukan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah pun memiliki beberapa keutamaan, di antaranya: 

1. Dilipatgandakan pahala

Advertisement

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Trmidzi)

2. Menghapus dosa 

Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, atau melakukan puasa Arafah dapat menghapus doa selama dua tahun. Hal ini dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam hadist riwayat Muslim.

Advertisement

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

3. Pembebasan dari siksa neraka 

Puasa Arafah memiliki keutamaan lain yakni hari di mana Allah membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka. 

Advertisement

Artinya: "Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Update Rasjal Gedongkuning, JPU Tunjukan Rekaman CCTV Bukti di Persidangan

Jogja
| Selasa, 09 Agustus 2022, 22:47 WIB

Advertisement

alt

Dulu Dipenuhi Perdu Liar, Kini Pantai Goa Cemara Jadi Primadona Baru Wisata di Bantul

Wisata
| Senin, 08 Agustus 2022, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement