Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta. - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Ada sebanyak 300.000 ton beras di gudang Perum Bulog terancam mengalami penurunan mutu hingga tidak layak konsumsi alias disposal.
Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian hingga mencapai Rp4 triliun.
“Taksiran kerugiannya kita lihat, ini hitungan kasar saja lah ya, bisa mencapai Rp4 triliun,” katanya kepada Bisnis.com jaringan Harianjogja.com, Selasa (2/9/2025).
Lebih lanjut, Ombudsman mencermati bahwa jumlah 300.000 ton tersebut diduga tidak hanya bersumber dari stok beras impor, melainkan juga dari gabah at any quality yang diserap Bulog.
Khusus beras impor, Yeka menyebut bahwa stok yang tersisa itu merupakan hasil impor yang terakhir kali dilakukan tahun lalu, antara periode Juni—Juli 2024. Dia menyatakan bahwa Ombudsman tengah melakukan investigasi lebih lanjut mengenai tata kelola cadangan beras pemerintah.
Guna mencegah potensi kerugian yang lebih besar, pihaknya mendorong pemerintah melalui Perum Bulog dapat melakukan langkah konkret terkait dengan distribusi beras, termasuk menghitung dengan jelas jumlah beras yang masuk kategori disposal.
BACA JUGA: Sempat Viral, Tanjakan Clongop Kini Sepi dan Banyak Warung Tutup
Di sisi lain, dia menyebut stok beras lama yang masih layak dapat direproduksi, salah satunya dengan cara mencampurkan dengan beras impor yang berkualitas baik.
“Jadi mulai dari sekarang mestinya Bulog sudah memisahkan mana yang benar-benar disposal stock, mana yang bisa direproduksi lagi,” tegas Yeka.
Sebelumnya Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa memperkirakan lebih dari 100.000 ton beras terancam mengalami disposal tahun ini. Kondisi itu berpotensi membuat negara rugi hingga Rp1,2 triliun.
Andreas mengatakan saat ini Perum Bulog tengah menghadapi persoalan yang besar terkait dengan stok beras. Menurutnya, sebanyak 100.000 ton beras disposal itu berasal dari beras impor sisa tahun lalu dan gabah at any quality yang diserap Perum Bulog.
Pasalnya, ungkap dia, para penggilingan padi melaporkan bahwa gudang filial bulog dipenuhi dengan tumpukan beras. Dia mengkhawatirkan tumpukan beras itu justru akan merugikan negara.
“Jadi, hati-hati nih pemerintah. Kalau 100.000 ton [beras disposal] saja, negara dirugikan Rp1,2 triliun. Harus diingat itu kan ya,” kata Andreas dalam Diskusi Publik bertajuk Paradoks Kebijakan Hulu-Hilir Perberasan Nasional di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.