MotoGP Catalunya 2026 Ricuh, Di Giannantonio Juara Dramatis
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam (kanan) dan Gufron Mabruri (kiri) memberikan keterangan pers di Gedung Divisi Propam Polri, Jakarta, Selasa (2/9/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Harianjogja.com, JAKARTA—Proses penanganan kasus kematian mahasiswa Universitas Amikom Jogja, Rheza Sendy Pratama, yang dilakukan Polda DIY diawasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
“Kompolnas sedang menurunkan tim dan melakukan pengawasan di beberapa titik, salah satu yang sedang bekerja timnya ada di Jogja. Jadi, kami juga secara simultan bekerja di Jogja,” kata Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Dia juga memastikan bahwa Kompolnas akan mengawasi seluruh proses penanganan, termasuk juga membantu rekan-rekan pendamping untuk mendapatkan akses pendampingan.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kasus kematian Rheza setelah mengikuti unjuk rasa, sedang ditangani Polda DIY.
“Pak Kapolda DIY (Irjen Pol. Anggoro Sukartono) sudah melakukan kegiatan tindakan penyelidikan dan juga mendatangi orang tua korban," katanya.
Sementara itu, Bidang Propam Polda DIY melakukan penyelidikan internal sejak Senin (1/9/2025) dengan mulai memeriksa saksi-saksi.
BACA JUGA: SPPG Diminta Kendalikan Faktor Risiko Keracunan MBG di Jogja
Sebelumnya, Forum BEM se-DIY melalui akun Instagram resminya menuliskan bahwa Rheza sempat mengikuti aksi unjuk rasa di Jogja, Minggu (31/8/2025).
Selain itu, sebuah video yang merekam diduga sosok Rheza mengendarai sepeda motor saat aksi di sekitar Mapolda DIY pun beredar di media sosial.
Ketua BEM Amikom Jogja Alvito Afriansyah meyakini bahwa sosok dalam rekaman itu adalah Rheza mengacu jenis motor yang ditunggangi serta keterangan rekan sekelasnya.
"Betul, itu adalah korban yang kita lihat di video, bahwa korban tertinggal pada saat aparat melemparkan gas air mata, dan mungkin insiden itu terjadi saat itu. (Indikasi) dari motor, dan itu kami dapatkan informasinya dari teman sekelas yang memvalidasi bahwa itu memang betul Saudara Rheza," ujar dia.
Di sisi lain, pihak Amikom Jogja menyatakan bakal menelusuri lebih jauh ihwal kematian Rheza.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Amikom Jogja Ahmad Fauzi mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi dari rumah sakit maupun rekan-rekan almarhum, serta berharap kepolisian memberikan penjelasan lengkap mengenai peristiwa yang terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
Presiden Prabowo menyerahkan simbolis pesawat Rafale, Falcon 8X, dan A400M kepada TNI AU di Halim Perdanakusuma.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.