Blokir Rekening Peserta Demo, Bank Mandiri Dihujat hingga Minta Maaf
Bank Mandiri meminta maaf atas pemblokiran rekening warga Pati yang berisi sekitar Rp80,9 juta dan menjelaskan alasan pemblokiran.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Hujan masih turun di bulan Juni meski sekarang seharusnya sudah masuk kemarau.
Pantauan terkini BMKG terhadap kondisi La Nina pada periode Maret hingga Mei menunjukkan terjadinya penguatan intensitas La Nina menjadi moderat atau sedang dengan nilai sebesar minus 1,05 penguatan kembali La Nina sejak awal Maret.
BACA JUGA: Indahnya! Warga Jogja Tangkap Fenomena Bulan Bercincin
Hal ini telah meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia, dimana beberapa daerah yang seharusnya sudah berada pada masa peralihan menuju musim kemarau masih mengalami hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Prediksi BMKG kondisi Lanina akan menjadi lemah hingga Netral pada periode Juli, Agustus, hingga September 2022. Sementara itu monsun Asia menunjukkan kondisi yang masih aktif, dan diprediksi tetap aktif hingga dasarian 1 Juni 2022.
Diprediksi melemah atau tidak aktif pada periode dasarian yang 2 dan dasarian 3 Juni 2022, hal ini berarti potensi pembentukan awan di wilayah utara Indonesia pada dasar yang satu Juli 2022 masih cukup besar, prediksi angin lapisan 850 milibar pada bulan juni hingga agustus 2022 menunjukkan monsoon Australia akan aktif dan mendominasi seluruh wilayah Indonesia.
Hal ini berarti bahwa potensi pertumbuhan awan hujan akan berkurang, yang berarti juga musim kemarau akan tiba di sebagian besar wilayah Indonesia.
Sementara itu, terkait perkembangan musim kemarau 2022, berdasarkan pantauan, saat ini sebanyak 26,6 persen dari total jumlah Zoom wilayah Indonesia sudah berada pada periode musim kemarau, sementara wilayah lainnya masih berada pada periode musim hujan dan masa peralihan musim.
Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi Aceh bagian utara dan timur, sebagian Riau, Pesisir Utara Banten, Pesisir utara Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa timur, sebagian Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat bagian Timur, Sulawesi tengah bagian Barat, Sulawesi Utara bagian selatan, Papua Barat bagian utara, dan papua bagian selatan.
BACA JUGA: BMKG: DIY Waspada Dampak Hujan Lebat!
Kemudian Wilayah yang diprediksi akan memasuki musim kemarau di bulan Juni ini, pada bulan juni-juli wilayah yang akan memasuki musim kemarau yaitu sebagian besar Sumatera, sebagian Banten, Jawa Barat bagian tengah dan Selatan, Jawa tengah bagian tengah, Jawa timur bagian timur, Kalimantan Tengah bagian timur, Kalimantan Timur bagian Selatan, Kalimantan Selatan bagian utara, Sulawesi Barat bagian Selatan, Sulawesi Selatan bagian Barat dan Selatan, Maluku bagian selatan, sebagian Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah.
Perlu juga diketahui bahwa peningkatan hujan harian di beberapa wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer harian, dan kondisi atmosfer lokal di suatu wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bank Mandiri meminta maaf atas pemblokiran rekening warga Pati yang berisi sekitar Rp80,9 juta dan menjelaskan alasan pemblokiran.
BNPB melakukan survei udara untuk memetakan dampak gempa NTT magnitudo 7,7 dan menemukan landaan tsunami di dua titik.
PBNU menetapkan 557 pemilik hak suara dalam DPT Muktamar Ke-35 NU. Sebanyak 590 peserta diverifikasi untuk mengikuti muktamar di Jombang.
BI menyebut Kartu Kredit Indonesia atau KKI menjadi alternatif pembayaran digital dengan fasilitas penundaan pembayaran sesuai jatuh tempo.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter