Terjadi Kemacetan Parah, Sistem Buka Tutup Diberlakukan di Pelabuhan Merak

Ratusan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memenuhi tempat parkir di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (28/4/2022) dinihari. Peningkatan pemudik dan kendaraan di pelabuhan tersebut menyebabkan kemacetan sepanjang 7 kilometer dari Pelabuhan Merak hingga Kota Cilegon bagian barat. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman - nym.\\r\\n
01 Mei 2022 03:47 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan pemantauan arus mudik 2022 di Pelabuhan Merak, Banten pada Sabtu (30/4).

Muhadjir mengatakan volume kendaraan di Pelabuhan Merak masih terus meningkat sejak Jumat (29/4) malam yang memang diprediksi menjadi puncak arus mudik. Kepadatan terpantau masih terjadi di dekat pelabuhan, karena antrean menunggu giliran masuk kapal dan penuhnya kantong parkir dermaga.

Muhadjir mengatakan, sistem buka tutup menuju pelabuhan masih diberlakukan untuk mengatur pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. 

“Kepadatan lalu lintas di Pintu tol Tangerang Merak yang mengarah ke pelabuhan Merak itu karena menunggu antrean, bukan macet. Karena disini parkirannya terbatas jadi kalo dibuka semua nanti membludak disini, kita akan sulit mengaturnya. Jadi buka tutup itu untuk mengatur gelombang yang akan dimuat ke kapal,” kata Muhadjir saat meninjau Pelabuhan Merak, Sabtu (30/4/2022) dikutip dari keterangan resmi.

Muhadjir menyebut dari data jumlah penumpang, ada perubahan perilaku pemudik yang tahun ini banyak menggunakan jalur darat untuk mudik ke Sumatra.

Menurut data sementara dari pihak Pelabuhan Merak, jumlah pemudik di pelabuhan Merak Banten meningkat drastis mencapai lebih dari 28.000 pemudik.

Sementara itu, untuk mempercepat penguraian pemudik, Muhadjir menyebut bahwa semua pihak termasuk PT ASDP Indonesia Ferry sudah melakukan berbagai cara.

Pihak PT ASDP sudah memberlakukan kebijakan penambahan jumlah kapal penyeberangan dan sebisa mungkin mempercepat proses bongkar muat.

“Bahkan dari Pelabuhan Bakauheni, ada kapal yang berangkat menuju Pelabuhan Merak tanpa mengangkut penumpang. Total saat ini ada 8 kapal yang hanya bongkar di pelabuhan Bakauheni dan langsung kembali ke Merak,” tuturnya.

Tak hanya itu, pihak Kementerian Perhubungan, disebut Muhadjir juga menyiapkan dua pelabuhan tambahan untuk mendukung kerja Pelabuhan Merak yaitu Pelabuhan Indah Kiat dan Pelabuhan Bojonegara.

Adapun, Menko PMK telah melakukan peninjauan sejak Sabtu dini hari hingga siang tadi (30/4) untuk memantau dan memastikan kelancaran arus mudik di Merak.

Dalam peninjauan tersebut Muhadjir turut didampingi Sesjen Kemenhub Djoko Sasono, Direktur utama BKI Rudyanto, dan Direktur Utama Gapasdap Khoiri Soetomo.

Kemudian dalam perkembangan terakhir di Sabtu siang (30/4), kepadatan kendaraan yang akan menyeberang dari Merak ke Bakauheni sudah relatif normal. 

“Alhamdulillah pada siang hari ini untuk penyeberangan, sudah relatif normal. Rata-rata sudah tidak menunggu lama di tempat ini, kemudian kita akan terus memaksimalkan berbagai upaya termasuk penambahan kapal dan mengatur limit bongkar muat, serta giliran kapal masuk ke dermaga lebih kita perketat proses pengangkutan mereka,” ungkapnya.

Sumber : Bisnis Indonesia