Perang Rusia vs Ukraina, Putin Ancam Negara yang Ikut Campur 

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan mahasiswa melalui panggilan konferensi video di kediaman negara di Zavidovo, Rusia 25 Januari 2021. - Antara/Reuters\\r\\n
28 April 2022 20:27 WIB Anshary Madya Sukma News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perang Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-64. Pada hari ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam kepada siapapun yang ikut campur di Ukraina akan mendapat balasan “secepat Kilat” dari Rusia.

Di sisi lain, Rusia juga telah memperingatkan pelanggan Uni Eropa dengan mengancam akan memutus pasokan gas kepada mereka. Dengan catatan, jika mereka menolak untuk membayar dalam rubel.

Pernyataan itu keluar setelah Rusia menghentikan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria, langkah ini dikecam oleh para pemimpin Eropa karena hal ini merupakan bentuk pemerasan yang dilakukan Rusia. Berbeda dari yang lain, Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki berpendapat bahwa langkah yang Rusia ambil sebagai "serangan langsung" ke Polandia.

Berikut rangkuman perang Rusia vs Ukraina hari ke-64 yang dirangkum The Guardian pada Kamis (28/4/2022)

Ancaman Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam negara-negara yang ikut campur dalam konflik Rusia vs Ukraina. Dia menegaskan negara tersebut akan mendapat balasan setimpal. Dalam pidatonya kepada anggota parlemen di St Petersburg, Putin Rusia siap menggunakan semua pasukan dan alat untuk pihak yang melakukan intevensi dalam konflik dengan Ukraina. 

Pertemuan PBB Berlanjut ke Ukraina

Setelah melakukkan pertemuannya dengaan Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, saat ini Sekjen PBB, António Guterres, telah tiba di Ukraina untuk bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Kecaman AS Soal Pasokan Gas di Polandia

Gedung Putih mengecam langkah Rusia untuk memotong pasokan energi ke Polandia dan Bulgaria. Hal itu dilontarkan Sekretaris pers Jen Psaki kepada wartawan pada briefing harian.

Zelenksiy Sebut Rusia Sudah Melakukkan Pemerasan Energi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menggambarkan tindakan Rusia sebagai pemerasan energi terhadap negara di Eropa. Zelenskiy mengatakan keputusan Rusia untuk memotong pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria menunjukkan bahwa tidak seorang pun di Eropa dapat berharap untuk mempertahankan kerjasama ekonomi yang normal dengan Rusia.

Seruan Dukungan Berkelanjutan Inggris Untuk Ukraina

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menyatakan bahwa Putin adalah sosok yang melanggar norma internasional dan meminta pihak barat untuk terus mendukung Ukraina. Seperti memberikan senjata berat, tank dan pesawat terbang untuk mempertahankan Ukraina dan negara-negara yang terancam oleh Rusia.

600 Warga Sipil Masih Terkepung di Pabrik Baja Azovstak

Seorang komandan Ukraina di kota Mariupol yang terkepung mengatakan saat ini masih ada lebih dari 600 warga sipil dan pejuang yang terluka di pabrik baja Azovstal. Serhiy Volyna, penjabat komandan brigade marinir ke-36, mengatakan bahwa ratusan warga sipil termasuk anak-anak hidup dalam kondisi tidak bersih dan kehabisan pasokan makanan.

Tuduhan Kejahatan untuk Polandia Saat Melatih Tentara Ukraina

Seorang mantan kepala tentara Polandia menuduh Boris Johnson melakukan kejahatan dengan mengungkapkan bahwa tentara Ukraina saat sedang dilatih di Polandia tentang cara menggunakan rudal anti-pesawat Inggris sebelum kembali bersama mereka ke Ukraina.

Pengajuan Penangguhan Bea Pada Produk Ukraina Selama 1 Tahun

Komisi Eropa telah mengusulkan penangguhan bea masuk pada semua produk Ukraina untuk membantu perekonomian negara selama perang dengan Rusia. Penangguhan satu tahun yang diusulkan dan hal ini perlu disetujui oleh Parlemen Eropa dan 27 negara sebagai anggotanya.

BACA JUGA: Sejumlah Jalan di Jogja Bakal Diberlakukan Buka Tutup, Mana Saja?

Pergeseran Makna “Sanksi” dari PM Inggris

Setelah Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan sanksi terhadap 287 anggota House of Commons Inggris. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menanngapi hal itu dengan makna yang berbeda dan mengatakan para anggota yang terkena sanksi oleh Rusia harus menganggapnya sebagai “lencana kehormatan”.

Eksekutif Bank Rusia Kembali ke Ukraina

Igor Volobuev seseorang yang lahir di Ukraina dan juga merupakan eksekutif di salah satu bank swasta terbesar Rusia, Gazprombank. Telah berhenti dari jabatannya dan melarikan diri ke Kyiv untuk memperjuangkan Ukraina. Ia juga mengatakkan kepada The Insider bahwa tidak bisa lagi berada di Rusia dan dia ingin menghapus masa lalunya di Rusia.

Dua Veteran Amerika Terluka Saat Bertempur di Ukraina

Dua sukarelawan Amerika yang bertempur di Ukraina dilaporkan telah terluka oleh tembakan artileri di dekat kota Orikhiv di wilayah Zaporizhzhia. Sukarelawan itu merupakan veteran tentara AS yaitu Manus McCaffrey dan Paul Gray yang saat ini sedang bekerja sama sebagai tim untuk menargetkan tank Rusia dengan sistem anti-tank Javelin.

Kerugian Ukraina Selama Invasi Mencapai US$600 Miliar

Zelenskiy mengungkapkan total kerugian yang ditimbulkan pada Ukraina dari perang telah mencapai US$600 miliar. Ia juga membeberkan kerugian yang ditimbulkan selama invasi seperti, ruang hidup di Ukraina lebih dari 32m persegi, lebih dari 1.500 fasilitas pendidikan, sekitar 2.500 km jalan, hampir 300 jembatan telah hancur atau rusak dan lebih dari 350 fasilitas medis telah hancur atau rusak.

Sumber : JIBI/Bisnis.com