Advertisement
Kesepakatan AS-Taiwan Picu Protes China Soal Kedaulatan
Bendera China dan Amerika Serikat. Ilustrasi - Canva
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Kesepakatan dagang Amerika Serikat dan Taiwan yang mengatur pemindahan produksi semikonduktor ke AS menuai kecaman dari Pemerintah China. Beijing menilai kerja sama tersebut melanggar prinsip Satu-China dan berpotensi memicu ketegangan geopolitik.
China menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk perjanjian resmi antara Taiwan dan negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing. Taiwan dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah China.
Advertisement
Dalam kesepakatan itu, Taiwan berkomitmen menginvestasikan dana besar di sektor semikonduktor AS, sementara Washington menurunkan tarif impor produk Taiwan untuk memperkuat industri cip domestik.
"China dengan tegas menentang negosiasi dan penandatanganan perjanjian apa pun yang memiliki konotasi kedaulatan dan bersifat resmi antara wilayah Taiwan milik China dan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun.
Kesepakatan dagang tersebut mencakup komitmen investasi Taiwan senilai 250 miliar dolar AS (sekitar 4.227,2 triliun) di sektor manufaktur semikonduktor dan teknologi AS. Sebagai imbalannya, tarif impor terhadap produk Taiwan diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen.
Kesepakatan tersebut mengakhiri negosiasi berbulan-bulan terkait industri semikonduktor Taiwan, menyusul permintaan Presiden AS Donald Trump agar produksi cip dipindahkan ke negaranya.
Selain itu, Taiwan disebut akan menyediakan tambahan jaminan kredit sebesar 250 miliar dolar AS untuk membantu perusahaan kecil dalam rantai pasok semikonduktor yang berekspansi di AS.
"AS perlu sungguh-sungguh mematuhi prinsip Satu-China dan tiga komunike bersama China–AS," kata Guo, seraya menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, produsen cip Taiwan yang berekspansi di AS akan diberi fasilitas impor semikonduktor tanpa tarif tambahan selama masa konstruksi tertentu.
TSMC, raksasa semikonduktor Taiwan, sebelumnya berkomitmen menginvestasikan 100 miliar dolar AS untuk memperluas bisnisnya di Arizona.
Pemerintah AS menyatakan kesepakatan dengan Taiwan adalah untuk memperkuat rantai pasok dan produksi semikonduktor AS, di tengah persaingan global di sektor teknologi strategis.
Persoalan semikonduktor tak hanya menjadi isu ekonomi, tetapi juga simbol persaingan geopolitik antara China dan Amerika Serikat dalam perebutan pengaruh teknologi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Prancis Tegaskan Greenland Bukan Milik AS di Tengah Klaim Trump
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Banyuraden Sleman Raih Peringkat II Kalurahan Terbaik Nasional
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Trump Klaim Dewan Perdamaian Gaza Terbesar Sepanjang Sejarah
- Pos Indonesia Percepat Kiriman PMI lewat Layanan Kargo Baru
- Konsumsi BBM Subsidi di DIY Turun, LPG 3 Kilogram Naik
- Smartfren Merespons Gugatan Kuota Hangus di Mahkamah Konstitusi
- Pemilihan Lurah Natah Gunungkidul Digelar Februari, Bujet Rp20 Juta
- Hormon Rendah pada Remaja Bisa Ganggu Pubertas dan Kesuburan
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Advertisement




