Advertisement
Rusia Vs Ukraina: Muncul Perang Kedua di Donbas, Ini Fakta-faktanya
Asap mengepul dari lokasi kebakaran selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). - JIBI/Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Perang Rusia vs Ukraina memasuki pertengahan pekan ke-5 sejak awal invasi. Dalam pekan ini Rusia sudah melakukan invasi fase perang kedua di Ukraina.
Dalam fase kedua ini Rusia memulainya pada wilayah timur Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan saat ini Rusia sedang difokuskan untuk menguasai Ukraina Timur dan akan memulai pertempurannya di Donbas.
Advertisement
BACA JUGA: Pembakaran Alquran di Swedia Picu Bentrok, 17 Orang Ditangkap
Melihat kondisi tersebut, Kepala staf Zelensky, Andriy Yermak terus memotivasi pasukan Ukraina dan meyakinkan pasukan bahwa mereka dapat menahan serangan Rusia. “Percayalah pada tentara kami, itu sangat kuat,” kata Yermak.
Selain hal itu, simak beberapa update rangkuman perang Rusia vs Ukraina hari ke-55 yang dirangkum The Guardian pada Selasa (19/4/2022) seperti dilansir Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) berikut ini:
76 Batalion Rusia Siap Gempur Donbas
Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan AS mengatakan sekarang ada 76 kelompok taktis batalyon Rusia di wilayah Donbas, Ukraina dan di tenggara negara itu. Lalu, 11 dari grup tersebut ditambahkan selama beberapa hari terakhir.
Bantuan militer AS Senilai $800 Juta untuk Ukraina
Pejabat senior Pentagon mengatakan bahwa AS telah melakukan pengiriman pertama paket bantuan militer baru AS dan telah tiba di perbatasan Ukraina. Pekan lalu, AS meluncurkan peralatan senilai $800 juta untuk Ukraina, termasuk helikopter, howitzer, dan pengangkut personel lapis baja.
Simpang Siur Kondisi Pelabuhan Selatan Mariupol
Kota pelabuhan selatan Mariupol belum jatuh ke tangan pasukan Rusia, kata para pejabat AS. Lalu mereka menambahkan jika pasukan Rusia berhasil mengambil kendali penuh atas Mariupol, itu bisa membebaskan hampir selusin batalyon kelompok taktis untuk digunakan di tempat lain seperti di Donbas.
1000 Warga Sipil Berlindung di Bawah Tanah
Sekitar 1.000 warga sipil dilaporkan bersembunyi di tempat perlindungan bawah tanah di bawah pabrik baja Azovstal di Mariupol , menurut Dewan Kota. Sebagian besar warga sipil diyakini wanita dengan anak-anak dan orang tua.
Biden Menginginkan Pertemuan dengan Sekutu
Presiden AS, Joe Biden pada Selasa (19/4/2022) mengadakan panggilan dengan sekutu untuk membahas krisis Ukraina, termasuk tentang bagaimana berkoordinasi untuk meminta pertanggungjawaban Rusia.
Biden Tak Kunjung Datang ke Ukraina
Meskipun ada desakan dari Zelenskiy, Biden tidak juga berencana mengunjungi Ukraina. Menurut sekretaris pers Gedung Putih, Jen Psaki, hal ini karena alasan keamanan.
Desakan Transparansi Kondisi Militer Rusia
Anggota keluarga pelaut yang bertugas di kapal perang Rusia Moskwa menuntut jawaban karena kementerian telah berusaha untuk menyembunyikan informasi tentang apa yang terjadi pada kapal atau perkiraan 510 awaknya. Jumlah korban tewas, terluka, dan hilang masih menjadi rahasia negara. Sejumlah keluarga telah mengumumkan kepada publik bahwa mereka tidak dapat menemukan putra mereka yang melayani di pesawat.
Pengajuan Win-to-Win Solution dari Rusia soal Tahanan Konflik
Dua pejuang Inggris yang ditangkap di Ukraina oleh pasukan Rusia telah diarak. Dalam tayangan televisi Rusia, pemerintah Rusia meminta Boris Johnson untuk membantu membebaskan mereka, dalam eskalasi dramatis perang propaganda. Rekaman menunjukkan Shaun Pinner dan Aiden Aslin meminta perdana menteri Inggris untuk membantu membebaskan mereka dengan imbalan Ukraina membebaskan politisi pro-Kremlin, Viktor Medvedchuk.
Zelenskiy Menginginkan Ukraina Bergabung Uni Eropa
Ukraina berharap untuk menerima status calon negara untuk bergabung dengan Uni Eropa dalam beberapa minggu, kata Zelenskiy. Duta Besar Uni Eropa di Ukraina, Matti Maasikas, mengatakan dia menerima kuesioner lengkap dari Zelenskiy hanya 10 hari setelah dokumen itu diberikan ke Kyiv.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
Advertisement
Usai Tahun Baru, Polisi Fokus Amankan Destinasi Wisata Sleman
Advertisement
Musim Liburan, Wisata Jip Merapi Diserbu hingga 20 Ribu Orang
Advertisement
Berita Populer
- Malam Tahun Baru 2026, Arus Lalu Lintas Jogja Direkayasa
- PLN: Ada Potensi 280 Juta Ton Limbah Kayu & Hutan Pengganti Batu Bara
- Rumah Ditinggal Liburan Tahun Baru, Warga Diminta Waspada Kejahatan
- 15 Menu Makanan Bakar Favorit untuk Malam Tahun Baru 2026
- Tak Kuat Nanjak, Truk Pakan Ayam Ndlondor di Karanganyar Masuk Sungai
- BRI Hadirkan Program Healing untuk Anak Terdampak Banjir di Sumatra
- Pilihan Lokasi Menyambut Tahun Baru 2026 di DIY, Tanpa Kembang Api
Advertisement
Advertisement



