Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Pegawai di Butik Saniyya mengecek produk untuk pembeli secara online, Rabu (30/3/2022)./Istimewa
MAGELANG—Pemerintah Kabupaten Magelang mendorong pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di wilayah ini agar terus meningkatkan pemasaran melalui media online di samping pemasaran secara langsung ke konsumen. Pemasaran secara digital bisa menjangkau konsumen lebih luas dan lebih efisien.
Kepala Bidang UMKM Dinas Perdagangan Koperasi & UKM Kabupaten Magelang, Hery Purwanto mengungkapkan Pemkab Magelang terus memfasilitasi UMKM untuk menerapkan pemasaran digital melalui beberapa platform, salah satunya adalah aplikasi Jelajah Magelang yang menjadi etalase potensi-potensi di Kabupaten Magelang. “Di aplikasi Jelajah Magelang, pelaku UMKM bisa promosi produk dan diharapkan berlanjut sampai jual beli," kata Heri, Kamis (31/3/2022).
Instansinya juga memfasilitasi UMKM agar masuk katalog elektronik (E-Katalog) yang merupakan platform pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah. Dengan cara ini, maka pembelanjaan Pemerintah bisa masuk ke UMKM, sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar 40% belanja pemerintah untuk mendukung UMKM lokal atau dalam negeri.
Upaya lain adalah berkoordinasi dengan Bank Bapas 69 yang merupakan bank milik Pemkab Magelang untuk mengembangkan aplikasi web promosi produk-produk UKM Kabupaten Magelang. "Sistem aplikasi ini masih dalam penyempurnaan agar bisa dipakai," jelasnya.
Disdagkop & UKM, lanjutnya, saat ini juga sedang mengembangkan aplikasi Sidumi yakni Sistem Informasi Pendataan Usaha Mikro yang bertujuan untuk pendataan digital. Aplikasi ini akan menjadi katalog atau etalase digital. Masyarakat yang membutuhkan produk UMKM bisa mencari informasi di Sidumi.
Heri optimistis produk-produk UMKM dari Kabupaten Magelang bisa mencapai pasar yang lebih luas untuk jenis produk yang memiliki nilai kekhasan. "Tapi harus diperhatikan bagaimana membuat konten yang menarik, promosi yang menarik untuk mengundang pembeli," katanya.
Pemilik usaha batik khas Magelang, Titin Saniyya mengungkapkan usahanya kini tengah mengembangkan pemasaran digital karena bisa menjangkau konsumen luar daerah. "Dari melihat katalog produk kami secara online, konsumen bisa langsung memesan. Penjualan menjadi lebih luas dan lebih efisien," katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Harga pangan hari ini mencatat cabai rawit merah Rp67.350 per kg. Simak harga beras, telur, daging, gula, dan minyak goreng.
Babak baru perjalanan kuliner Indonesia dimulai dengan hadirnya ROSO Restaurant Yogyakarta di Grand Hotel De Djokja pada 17 Agustus 2026.
TNI AU menyiapkan enam pesawat untuk mengirim bantuan logistik dan tenaga kesehatan bagi korban gempa di NTT.
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 19 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.