Tembus Rp2,4 Triliun, Ganti Rugi Sesi I Tol Jogja-Solo Mayoritas untuk Klaten

Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). - Solopos.com/Ponco Suseno
13 Januari 2022 18:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KLATEN--Pemerintah menyatakan sebagian besar uang ganti rugi lahan proyek tol Jogja-Solo sesi I dialokasikan ke Klaten.

Uang ganti rugi (UGR) sesi I jalan tol Jogja-Solo ternyata telah menembus nilai Rp2,4 triliun. Separuh dari nominal tersebut digunakan membebaskan lahan di Klaten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), tim pembebasan jalan tol Solo-Jogja masih merampungkan pembebasan sesi I jalan tol Jogja-Solo. Nantinya, sesi I jalan tol Jogja-Solo menghubungkan Kartasura (Sukoharjo)-Purwomartani (Sleman, Jogja).

BACA JUGA: Sosok Pelaku Pencurian Perangkat APILL di Jogja Akhirnya Terungkap

Di antara sesi I jalan tol ini, terdapat lahan terdampak jalan tol Jogja-Solo di wilayah Klaten. Luas tanah di Klaten yang terdampak jalan tol Jogja-Solo berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi.
Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Selain sesi I terdapat juga sesi II jalan tol Jogja-Solo, yakni menghubungkan Purwomartani-Gamping di DIY. Sedangkan sesi III menghubungkan Gamping-Purworejo (Jawa Tengah).

"Kumulatif UGR yang sudah dicairkan hingga sekarang senilai Rp2,4 triliun [Kartasura-Purwomartani]. Dari jumlah tersebut, separuhnya untuk membebaskan lahan di Klaten. Jadi, UGR yang dicairkan di Klaten sudah menembus angka Rp1,2 triliun," kata Salah seorang staf Pejabat Pembuat Komitmem (PPK) Jalan Tol Solo-Jogja, Christian Nugroho, di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Rabu (12/1/2022).

Christian Nugroho mengatakan tim pembebasan lahan jalan tol Jogja-Solo telah menyiapkan anggaran bersumber dari pemerintah senilai Rp3 triliun di tahun 2022. Sesuai rencana, anggaran tersebut difungsikan membebaskan lahan sesi I dan II jalan tol Jogja-Solo. "Anggaran Rp3 triliun itu untuk Jateng dan DIY," katanya.

Disinggung tentang pencairan UGR di Klaten, Christian Nugroho mengatakan pembebasan lahan jalan tol Jogja-Solo di Klaten masih difokuskan di Kecamatan Ngawen hingga akhir Januari 2022.

Di Kecamatan Ngawen terdapat sembilan desa terdampak jalan tol Jogja-Solo. Masing-masing, Manjungan, Pepe, Ngawen, Senden, Gatak, Tempursari, Kahuman, Duwet, dan Kwaren. "Bulan ini, kami merampungkan UGR di Kecamatan Ngawen terlebih dahulu. Setelah di Senden, nanti dilanjutkan ke Duwet dan Gatak. Bulan depan baru dilanjutkan musyawarah penetapan harga lagi di Karangnongko dan Kebonarum," katanya.

Sumber : Solopos.com