Yusuf Mansur Singgung Kapitalis yang Hanya Tahu tentang Uang

Ustaz Yusuf Mansur dan anaknya. - Instagram @wirda_mansur
11 Januari 2022 18:47 WIB Kurniawan News Share :

Harianjogja.com, SOLO—Pimpinan Ponpes Daarul Quran, Ustaz Yusuf Mansur, menyinggung tentang kaum kapitalis yang dinilainya hanya tahu tentang uang.

Pernyataan itu dia sampaikan saat menyampaikan visinya ketika doa bersama dimulainya pembangunan Masjid Daarul Quran Colomadu, Karanganyar, Senin (10/1/2022). Acara itu dihadiri sejumlah kiai dan alim ulama Soloraya.

BACA JUGA: Yusuf Mansur Tanggapi Kabar Miring Soal Investasi: Saya Enggak Tiarap

“Orang-orang tanya ustaz duitnya dari mana? Mereka mah kapitalis, kenalnya kalau beli apa-apa pakai duit. Kita mah imanis, semua pakai Tuhan. Ngertinya yang berharga itu duit, enggak pak. Pertemanan itu berharga Pak,” tutur dia.

Yusuf Mansur lantas bercerita dirinya pernah ditanya ketika acara di salah satu stasiun televisi ihwal asal muasal uang yang membuat dirinya bisa membeli sejumlah barang berharga. Dalam sepersekian detik dia mengakui tidak bisa menjawab.

Sebab jawaban dari pertanyaan tersebut menurut Yusuf dirinya harus menyampaikan sebuah tausiah. “Saya sepersekian detik enggak bisa jawab, karena jawabannya harus tausiah. Jawaban pertanyaan itu harus tausiah,” terang dia.

Lebih jauh Yusuf mengisahkan awal mula belajar tentang bisnis sejak masih anak-anak. Ketika itu dia digandeng sang ibunda berjalan dari dalam rumah ke pintu depan rumah. Di situ dia diminta melihat dan menyebut apa yang ada di depannya.

“Ibu tanya apa yang saya lihat, saya sebut pohon sawo, mangga, kedondong, tembok, dan lain-lain. Ibu saya tanya lagi apa yang saya lihat. Saya tidak bisa jawab. Ibu bilang, kamu enggak lihat ada 1.700 anak. Pasar tuh, dagang,” urai dia.

Yusuf ingat betul saat itu masih di tahun 1985 ketika masih anak-anak. Setelah dialog itu Yusuf lantas diajak menuju ke pasar menemui teman sang ibunda. Di situ Yusuf diperkenalkan dengan pedagang dan diminta membantu.

“Di perjalanan saya dikasih tahu, bismillah, dari rumah sampai pasar tak jauh. Kata ibu saya apa yang diperkenalkan Allah kali pertama? Bukan alam, bukan kekayaan, bukan kerajaan. Yang diperkenalkan Allah pertama kali namanya,” kenang dia.

Dari pelajaran itu Yusuf akhirnya paham betapa pentingnya sebuah nama baik bagi seseorang.

“Kalau hari ini saya dibentuk Allah SWT karena izinnya lewat ekosistem jadi pengusaha, ya karena pendidikan, ilmu, nur-cahaya,” papar dia.

Apalagi saat itu sang ibunda menjelaskan panjang lebar tentang Allah SWT. “Namanya jauh lebih berada daripada kerajaannya, miliknya, dan sebagainya. Pesan ibu, kalau nama kamu berharga, kamu bisa punya semua,” sambung dia.

Dari pesan sang ibunda Yusuf Mansur belajar banyak hal. “Sekarang saya saham di sana-sini, itu tidak ada urusannya sama duit. Tapi ada nama, pertemanan, edit value yang saya bawa. Kapitalis enggak kenal yang begini-begini,” terang dia.

Sumber : JIBI/Solopos