Sejumlah Delegasi Presidensi G20 Batal ke Bali Gara-gara Omicron

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi (kanan) melakukan kunjungan ke kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (2/12/2021). - Antara/Fikri Yusuf.
14 Desember 2021 11:47 WIB Ni Putu Eka Wiratmini News Share :

Harianjogja.com, DENPASAR—Munculnya varian baru Covid-19 Omicron membuat beberapa delegasi agenda presidensi G20 yang berlangsung 1 Desember 2021 membatalkan kedatangannya ke Indonesia.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan presidensi hanya dihadiri 80 peserta dari 10 negara. Semula pesertanya adalah 140 orang dari 18 negara. Namun karena berkembang varian Omicron, sejumlah negara tidak mengizinkan warganya keluar negeri.

"Selain itu, faktor penghambat lainnya yakni penerbangan langsung ke Bali," katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (14/12/2021).

Dari sisi keamanan, lanjutnya, semuanya telah berjalan dengan baik di bawah komando Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali. Sementara terkait fasilitas pelaksanaan G20 di Bali, dinilai telah disiapkan dengan baik.

“Fasilitas yang diberikan kepada peserta G20 di Bali sangat baik, lokasi pelaksanaan pertemuannya juga bagus dengan ciri khas Balinya. Penerapan protokol kesehatannya juga sangat baik. Pada malam harinya, disiapkan menu dengan karakteristik yang khas dengan pelayanan berbeda mengingat kegiatan berlangsung di tengah pandemi. Selain itu, pemberitaan kegiatan ini juga sangat bagus. Jika dilihat semua ini, saya yakin para peserta sangat menikmatinya,” sebutnya.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Konsumsi Rokok Bebani BPJS Kesehatan Rp15,6 Triliun

Selanjutnya, pertemuan G20 kembali dilakukan pada Februari 2021 dengan membahas persoalan finance dan berlangsung di Bali lagi. Sebelumnya, pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Jakarta, tetapi melihat kesuksesan dan persiapan yang dilakukan Bali pada awal pertemuan tanggal 1 Desember 2021 kemarin, Bali kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan.

“Saya sudah menyiapkan suasana yang akan lebih baik. Saya akan terjun langsung untuk memantau, mengarahkan dan memastikan semua persiapan berjalan dengan bagus. Karena Bapak Presiden Jokowi sangat luar biasa perhatiannya, saya pasti akan memberikan perhatian lebih dan mempersembahkan yang terbaik. Saya ingin pelaksanaan G20 di Indonesia khususnya Bali akan mampu memberikan kesan yang bagus untuk para pesertanya,” imbuh Koster.

Ia berharap, masyarakat Bali juga harus memiliki tanggungjawab untuk ikut menyukseskan G20 sebagai salah bentuk recovery pariwisata dan perekonomian masyarakat.

"Kolaborasi sangat dibutuhkan, baik dengan masyarakat, antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat demi suksesnya perhelatan G20," sebutnya.

Seperti diketahui, presidensi G20 adalah posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan G20. Pada 2022, Indonesia terpilih.

Tiga Isu Strategis

Dalam presidensi G20, Indonesia mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Terdapat tiga isu strategis yang akan difokuskan Indonesia meliputi penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital dan transisi menuju penggunaan energi yang berkelanjutan.

Dalam upaya menyukseskan pelaksanaan G20, segala persiapan telah dilakukan Bali. Di antaranya persiapan infrastruktur, penataan mangrove yang akan dijadikan showcase oleh pemimpin dunia yang nanti akan hadir.

Selain itu, protokol kesehatan bagi para peserta G20, baik kedatangan maupun keberangkatan juga menjadi salah satu hal penting. Bali juga melakukan penataan jalur dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju venue di Nusa Dua, Badung.

Sumber : bisnis.com