Luhut Bocorkan Kekurangan Indonesia untuk Kembangkan Ekonomi Digital

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - Antara\\r\\n\\r\\n
13 Desember 2021 06:57 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, rendahnya literasi keuangan digital menjadi tantangan utama bagi Indonesia untuk memacu perkembangan ekonomi digital.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019, kata Luhut, indeks literasi keuangan Indonesia baru mencapai 30,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen.

"Angka ini berbanding jauh dengan Singapura yang sudah mencapai 98 persen, Malaysia 85 persen, dan Thailand 82 persen. Tingkat inklusi yang dengan literasi rendah menunjukkan potensi risiko yang begitu tinggi karena meskipun masyarakat memiliki akses keuangan sebenarnya mereka tidak memahami dengan baik fungsi dan risikonya," ujar Luhut dalam Indonesia Fintech Summit 2021, Minggu (12/12/2021).

Menurutnya, peningkatan literasi menjadi kunci agar risiko dari pemanfaatan ekonomi digital dapat diminimalisir. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan juga asosiasi pelaku usaha di sektor ekonomi digital.

Selain itu, akses layanan telekomunikasi dan internet yang belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan ekonomi digital.

"Akses layanan telekomunikasi masih belum menjangkau seluruh desa di Indonesia. Selain itu, rendahnya percepatan jaringan menjadi kendala ekonomi digital. Belum lagi kesenjangan internet juga terjadi karena biaya yang mahal mungkin internet hanya bisa diakses oleh mereka yang mampu secara ekonomi," katanya.

Luhut optimistis ekonomi digital di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Untuk itu, pemerintah terus mendorong akselerasi perkembangan ekonomi digital dengan berbagai inovasinya.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan mencapai US$124-US$146 miliar di 2025. Tentu ini menjadi momentum yang tidak bisa dilewatkan untuk membawa Indonesia menjadi negara yang kompetitif di Asean maupun dunia," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia