Ini 3 Isu Strategis Prioritas Indonesia di Tahun 2022

Energi terbarukan - Istimewa
09 Desember 2021 08:47 WIB Kurniawan News Share :

Harianjogja.com, SOLO—Pengalaman dua tahun pandemi Covid-19 menjadi bekal seluruh bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan di 2022.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan tahun ketiga pandemi Covid-19 harus menjadi momentum untuk menyelesaikan persoalan besar bidang kesehatan masyarakat dunia itu. Pernyataan Airlangga disampaikan saat menjadi pembicara kunci Webinar Outlook Ekonomi Tahun 2022.

BACA JUGA: Buka Tutup Akan Diberlakukan di Malioboro saat Nataru

“Waktunya di tahun ketiga pandemi Covid 19 ini kita selesaikan masalah krisis Covid-19 yang kemarin masih tergagap karena masing-masing negara merespons secara sendiri-sendiri,” kata dia dalam acara yang digelar Solopos Media Group (SMG) tersebut, Rabu (8/12/2021).

Dalam konteks itu Airlangga menyebutkan ada tiga agenda utama Indonesia yang akan dilakukan tahun depan. Pertama isu tentang kesehatan. Indonesia menurut dia mempunyai banyak model yang bisa diprototipkan kepada masyarakat dunia atau global.

Salah satunya penerapan PPKM dengan dukungan puskesmas dan vaksinasi secara masif. Dalam menjalankan program itu pemerintah Indonesia menerapkan sistem yang terintegrasi, dengan menggerakkan komponen seperti kader posyandu dan TNI/Polri .

“Terkait transformasi digital kita mulai meng-onboarding-kan UMKM dalam situasi pandemi Covid-19. Dan lebih dari sembilan juta pelaku UMKM onboard. Dan terbukti dalam situasi pandemi, digitalisasi ini menjadi akselerator perekonomian,” papar dia.

Yang tidak boleh dilupakan ada program bantuan modal usaha KUR kurang dari Rp10 juta, melalui kebijakan super mikro. Program ini menyasar para ibu rumah tangga, agar mampu tampil membantu ekonomi keluarga. Program itu dinilai berjalan cukup berhasil.

Tak kalah penting sesuai instruksi Presiden Jokowi pemerintah mendorong penyelesaian masalah kemiskinan ekstrem melalui program nyata. Pada tahun ini Presiden menargetkan kemiskinan ekstrem di 35 kabupaten kota dari tujuh provinsi tertangani.

“Pemerintah mendorong dengan program sembako Kemensos, dan dana desa, agar bulan Desember ini bisa terperbaiki. Kami lihat beberapa pemda sudah aktif, dan pemda ini mendorong kepada lebih 300.000 anggota masyarakat dibelikan dari APBD,” ungkap dia.

BACA JUGA: Kabar Baik, Herd Immunity dari Covid-19 Sudah Terbentuk di DIY

Program prioritas lain pemerintah Indonesia menurut Airlangga yakni transisi energi. Program ini menurut dia harus mendasarkan kepada kedaulatan negara. Dan arah dari Indonesia mewujudkan zero emisi melalui program-program yang bisa dilaksanakan.

“Indonesia juga mendorong kebijakan infrastruktur. Kita membutuhkan sekitar Rp6.421 triliun, dan diperkirakan sampai tahun 2024 kita menargetkan bisa mencapai 49 persen. Sumber pembiayaan dari APBN 37 persen, sisanya dari pembiayaan lain,” urai dia.