Semeru Berstatus Waspada, Ini Arahan BNPB untuk Warga

Warga mengamati sapinya yang mati akibat tertimbun abu vulkanik dari guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Dampak guguran awan panas Gunung Semeru mengakibatkan sedikitnya puluhan rumah warga rusak dan diperkirakan belasan warga dinyatakan hilang. ANTARA FOTO/Zabur Karuru - rwa.
05 Desember 2021 09:17 WIB Rio Sandy Pradana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Gunung Semeru berada pada status level II atau Waspada.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sejumlah arahan untuk warga sekitar, pengunjung atau wisatawan terkait dengan status Gunung Semeru.

"Pertama, warga, pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan," kata Abdul dalam siaran pers, Sabtu (4/12/2021).

Selain itu, lanjutnya, mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Kedua, masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi. Ketiga, perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.

Keempat, mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.

Terkait dengan perkembangan erupsi Gunung Semeru, BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga dengan memperhatikan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat dalam penanganan darurat erupsi Gunung Semeru.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia