Jokowi Pernah Ancam Copot Kapolda Gara-Gara Covid-19

Presiden Joko Widodo - BPMI Setpres/Laily Rachev
04 Desember 2021 20:47 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada setiap kepala kepolisian daerah (Kapolda) untuk berusaha menurunkan kasus Covid-19 di daerah masing-masing.

Jokowi juga ternyata sempat mengancam bakal memerintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot kapolda yang tidak mampu menurunkan angka kasus Covid-19 di daerahnya.

“Saya sudah titip kepada Kapolri, hati-hati Kapoldamu, kalau kira-kira (kasus) naik terus saya akan perintah untuk ganti. Ternyata turun, turun, turun, turun, artinya semua takut dicopot,” kata Jokowi dalam arahannya pada Kepala Satuan Wilayah Tahun 2021, yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).

Menurut Jokowi dari tren kasus Covid-19 nasional saat ini turun signifikan jika dibandingkan puncak kasus pada Juli lalu yang mencapai 56.000. menurutnya, tidak semua negara mengalami hal yang luar biasa ini dalam penanganan Covid-19.

“Saya ingin sampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya pada jajaran Polri dan TNI yang betul-betul saya liat pelaksanaan di lapangan mati-matian karena juga takut dicopot kalau tidak bisa mengendalikan di provinsinya, di kotanya, di kabupatennya,” ujar Jokowi.

Meski tren kasus Covid-19 di Indonesia sudah membaik, tapi Jokowi mengingatkan jajaran TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakt untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman varian baru Covid-19 yaitu Omicron yang saat ini telah menyebar di beberapa negara.

Untuk mengantisipasi ancaman varian Omicron, Jokowi memerintahkan TNI-Polri untuk menggencarkan vaksinasi, khususnya di daerah-daerah dengan cakupan vaksinasi yang masih rendah.

“Ancaman ini belum selesai. Kita boleh bersyukur, kita boleh berbangga tapi tetap harus waspada, hati-hati yang namanya sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron, hati-hati,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta jajaran Polri dan TNI untuk mengawal agenda presidensi G20. Menurut dia, keberhasilan G20 bakal mengharumkan nama negara, apalagi Indonesia merupakan negara berkembang pertama yang menjadi ketua G20.

"Ingat, bahwa G20 ini adalah negara-negara dengan PDB besar, negara-negara dengan GDP, Growth Domestic Product yang gede, yang ada di dunia ini, Pendapat Domestik Bruto yang gede," tuturnya.

Menurut Jokowi, dalam G20 terdapat negara-negara besar. Dengan kehadiran Indonesia di dalam G20, maka menurutnya harus dijaga betul kehormatan dan kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia.

"Harus kita jaga betul. Jangan sampai ada letupan sekecil apapun yang berkaitan dengan keketuaan kita di G20. Dan kemarin sudah dimulai, karena ada 150 meeting di dalam kegiatan G20 ini," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com