Gedung Cyber Kebakaran, Standar Keamanan Pangkalan Data Krusial Dipertanyakan

Gedung Cyber - Connects.id
02 Desember 2021 21:07 WIB Leo Dwi Jatmiko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengamanan yang dilakukan oleh pengelola Gedung Cyber I dipertanyakan seiring dengan kebakaran yang terjadi di salah satu lokasi pangkalan data krusial tersebut.

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) M. Tesar Sandikapura mengatakan Gedung Cyber merupakan salah satu pangkalan data krusial yang ada di Indonesia.

Pangkalan data tersebut berada di pusat kota dengan kondisi tidak banyak pemain pangkalan data yang membangun pangkalan data tier III di tengah kota. Kebakaran yang terjadi, menjadi permasalahan besar untuk sebuah pangkalan data.

Gedung Cyber I merupakan salah satu pusat internet Indonesia. Walaupun bagian terpeting tidak kena dalam kebakaran, tetap saja kebakaran yang terjadi sangat berbahaya.

“Seketat apa mereka merawat infrastruktur kritis seperti Gedung Cyber? Itu adalah zona yang tidak boleh terjadi kebakaran, sabotase, dan pengunjung gelap,” kata Tesar, Kamis (1/12/2021).

Tesar berpendapat selama ini Gedung Cyber tidak terlalu ketat pengawasannya. Masih banyak orang lalu lalang dengan mudah.

Sekadar informasi, Gedung Cyber 1 kebakaran pada Kamis siang (2/12/2021).

Gedung Cyber merupakan salah satu area kerja PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemadaman gedung Cyber 1 telah ditangani oleh Petugas pemadam kebakaran atau Damkar dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan. Sebanyak 4 unit mobil Damkar telah diterjunkan dan dalam proses pemadaman.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia Laksono Widodo mengatakan kebakaran pada Gedung Cyber tidak berdampak signifikan pada seluruh perdagangan Kamis (2/12/2021). Meski demikian, dia mengakui ada beberapa broker yang terdampak.

Sumber : JIBI/Bisnis.com