MPR: Kalangan Milenial Perlu Dirangkul untuk Mengamalkan Pancasila

Sejumlah narasumber memaparkan materi dalam diskusi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Selasa (23/11/2021). - Ist.
23 November 2021 23:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kalangan pemuda milenial didorong untuk memahami dan mengamalkan nilai Pancasila. Pemuda memiliki peran penting dalam menyongsong Indonesia di 2045 mendatang yang mengharuskan bangsa ini keluar dari problem dasar kebangsaan.

Anggota MPR RI dari Fraksi PAN Ibnu Mahmud Bilalludin mengatakan penyelenggara negara melalui berbagai programnya telah berusaha untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama generasi muda terkait pancasila, UUD 1945 dan bhinneka tunggal ika. Jika ada pihak yang belum dapat mengamalkan nilai pancasila maka harus dirangkul dan diberikan pemahaman terutama dari kalangan anak muda milenial saat ini.

BACA JUGA : Begini Perbedaan Sidang Tahunan MPR 2021 dan 2020

“Berbagai program yang sudah dilakukan itu boleh dibilang cukup, bisa juga tidak, tetapi itu bagian dari upaya untuk menjaga pancasila. Jika masih ada memikirkan hal lain [menyimpang] kami menyebutnya demikian, itu bagian dari anak bangsa yang harus dirangkul dijelaskan, jangan kemudian malah disingkirkan atau diasingkan. Tetapi kalau sudah menjurus ke tindak pidana, tindakan merugikan pihak lain hukum harus bekerja,” katanya dalam diskusi terkait Pancasila dan Bhinneka Tinggal Ika di Kota Jogja, Selasa (23/11/2021).

Ia mengingatkan pentingnya keterlibatan pemuda dalam melestarikan dan mengamalkan nilai pancasila. “Pemuda adalah penerus bangsa, ini harus dipersiapkan tidak bisa dibiarkan sendiri, agar bangsa ini tetap ada kuat, sesuai dengan pancasila, bhinneka tunggal ika,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta menilai perdebatan tentang Pancasila hakekatnya telah selesai di forum para pendiri bangsa. Kader Muhammadiyah terlibat di dalamnya melalui tokoh besar Ki Bagoes Hadikoesumo yang selanjutnya menjadi Pancasila sebagai konsensus bersama.

BACA JUGA : Ketua MPR Minta Pemerintah Tidak Beri Dispensasi Menikah

Maka saat ini harus diisi dengan membangun bersama agar mampu berkompetisi di tengah bangsa besar yang bergerak maju. “Apalagi saat ini Indonesia sedang membidik 2045 menjadi sebuah tahun emas. Ketika memperingati 100 tahun Kemerdekaan Indonesia, sehingga harus sudah keluar dari problem dasar kebangsaan. Peran pemuda sangat penting dalam hal ini,” katanya di hadapan para Pemuda Muhammadiyah di DIY.