Ditolak Massa Aksi Kamisan di Semarang, Moeldoko: Sesuatu yang Biasa

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
19 November 2021 14:07 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko akhirnya buka suara terkait penolakan dirinya saat menemui massa aksi kamisan di Semarang.

Moeldoko mengatakan awalnya dirinya ingin bertemu dengan massa aksi yang tengah menyampaikan aspirasi, di depan hotel PO Jalan Pahlawan pada Kamis (18/11/2021). Saat itu massa aksi melakukan penolakan atas penyelenggaraan festival HAM.

Moeldoko merupakan salah satu pembicara dalam sebuah diskusi sebagai rangkaian acara Festival HAM 2021 yang diselenggarakan oleh Komnas HAM RI, INFID, Kantor Staf Presiden, dan Pemerintah Kota Semarang serta Seluruh Lembaga pendukung lainnya pada 16-19 November 2021.

Bukan hanya Moeldoko, pendemo juga menolak penyelenggaraan acara oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) karena menilai masih banyak kasus pelanggaran HAM yang belum diselesaikan.

Moeldoko mengaku ingin memahami apa yang disampaikan oleh massa aksi terkait persoalan HAM masa lalu.

"Saya pak Wali Kota dan Pak Beka Ulung [Komisioner Komnas HAM] di sana intinya saya ingin memahami apa yang ingin disampaikan atas persoalan HAM masa lalu," kata Moeldoko dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Moeldoko Diusir Pendemo, Refly Harun Sebut Alarm Bagi Pemerintahan Jokowi!

Hanya saja, kata Moeldoko, banyak suara dari massa aksi yang menolak dirinya. Dia pun mengaku sudah biasa dan menghormati penolakan tersebut.

"Saya mencoba bicara dengan mereka tapi berbagai suara dari mereka tidak menginginkan atas apa yang saya sampaikan. Itu sesuatu yang biasa, saya hormati," katanya.

Moeldoko mengatakan pemerintah tidak ingin menghindar. Dia juga mengklaim pemerintah memiliki kepedulian untuk menyelesaikan persoalan HAM.

"Pertanyaannya kenapa saya datang? Itulah wujud, kalau kami tidak peduli kami tidak datang untuk melihat dan mendengarkan," paparnya.

Lebih lanjut, Moeldoko menjelaskan festival HAM di Semarang tersebut bertujuan untuk mengangkat inovasi dari Pemda dalam menyelesaikan masalah HAM. Hal ini, terutama terkait ekonomi sosial dan hak sipil.

"Kita tidak hanya memikirkan persoalan masa lalu tapi bagaimana menata persoalan HAM masa depan. Beriringan dengan apa yang dilakukan pemerintaah baik dari sisi kebijakan, maupun implementasinya. Itu yang sedang dipikirkan dalam festival HAM itu," paparnya

Massa Aksi Kamisan

Massa Aksi Kamisan di Taman Signature Semarang menolak kedatangan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, dan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

Aksi Kamisan tersebut dilakukan di depan hotel PO Jalan Pahlawan pada Kamis (18/11). Masyarakat mengadakan protes terhadap Festival HAM yang menyoroti adanya pelanggaran HAM oleh pemerintah.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, massa menolak kehadiran Moeldoko dan enggan untuk mendengarkan pidatonya.

"Ini panggung rakyat. Pelanggar HAM tidak boleh dikasih ruang, pelanggar HAM tidak boleh ngomong. Sudah pulang saja, Kami bukan teman Bapak," kata pendemo di depan Moeldoko.

Sumber : bisnis.com