Isu Reshuffle hingga Demo di KPK, Direktur MIND ID Bela Menteri Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sejumlah BUMN akan kecipratan investasi dari Uni Arab Emirate (UAE) senilai US18 miliar. - Istimewa.
17 November 2021 11:07 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dany Amrul Ichdan, Direktur MIND ID mengatakan maraknya tudingan, menjurus fitnah, tidak mengendurkan semangat Menteri BUMN Erick Thohir dalam membenahi BUMN.

Nama Erick sendiri belakangan terus diterpa isu negatif, mulai dari fitnah soal terlibat dalam bisnis PCR, permintaan pada presiden agar Erick terkena reshuffle, dan terbaru soal gerombolan orang tak dikenal yang menggunakan nama "kawan Erick Thohir" berdemo mendatangi KPK.

"Saya sudah konfirmasi langsung, tadi saya makan siang dengan Pak Menteri [Erick], saya tanyakan langsung ke beliau, beliau mengatakan tidak tahu-menahu soal gerakan dan motifnya," ujar Dany, dikutip Selasa (16/11/2021).

Bagi Dany, berbagai fitnah yang terjadi tak akan mengganggu fokus Erick dalam memajukan BUMN. Dany menyampaikan BUMN di bawah Erick saat ini tengah berupaya keras untuk bertransformasi demi meningkatkan daya saing ke depan.

"Menteri BUMN dan kita semua di BUMN sedang fokus bekerja dan membesarkan BUMN. Masing-masing BUMN punya target, baik strategi korporasi atau target kinerja operasional sehingga tudak ada ruang untuk kita berpikir di luar capaian kinerja kita," katanya.

Dany menyampaikan BUMN bekerja dengan pijakan yang jelas yakni menjalankan peta jalan melalui RJPP dan RKAP untuk mencapai KPI yang ditetapkan Kementerian BUMN yang juga menjalankan visi besar Presiden Jokowi.

"Apa pun dinamika di luar seperti politik atau isu-isu di luar substansi kinerja BUMN itu tidak pengaruhi konsentrasi kita dalam bekerja dan melakukan yang terbaik agar BUMN bisa menjalankan dua fungsi utama yakni sebagai agen mesin pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial," lanjut Dany.

Erick, katanya, selalu menekankan pentingnya transformasi bagi BUMN, terlebih di masa pandemi saat ini. Dany mengatakan pandemi mengajarkan BUMN untuk meninggalkan zona nyaman.

"Dengan pandemi, BUMN ditantang lebih lebih lincah. Kalau swasta saja bisa, apalagi BUMN yang didukung pemerintah seharusnya mampu keluar dari zona nyaman dan meninggalkan struktur birokrasi lama dengan fokus tak hanya pada proses, namun kepada hasil dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik," urainya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia