Advertisement

Fenomena Banjir Batu di Pacitan, BPBD Ungkap Penyebabnya

Aliftya Amarilisya
Senin, 15 November 2021 - 14:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Fenomena Banjir Batu di Pacitan, BPBD Ungkap Penyebabnya Banjir batu Pacitan - bpbd.pacitankab.go.id

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO - Belum lama ini, fenomena banjir batu dari Bukit Parangan menerjang Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Pacitan. Peristiwa yang terjadi pada Senin (8/11/2021) lalu itu membuat akses jalan Desa Karangrejo dengan Karanggede tertutup.

Melihat kondisi tersebut, BPBD bersama masyarakat setempat pun langsung membersihkan material batu agar jalanan dapat dilalui kendaraan kembali.

Advertisement

Dilansir dari laman BPBD Kabupaten Pacitan pada Senin (15/11/2021), Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, menerangkan, "Longsor batu bercampur lumpur itu diakibatkan turunnya sedimen di bagian hulu sungai."

Sementara itu, menurut Plt Direktur Pemetaan dan Evakuasi Risiko Bencana BNPB, Abdul Muhari, fenomena tersebut disebut dengan debris flow.

BACA JUGA

"Debris flow selama ini kita kenal dengan banjir bandang, tapi sebenarnya bukan banjir bandang," ucapnya, dikutip dari Antara.

Abdul menjelaskan debris flow adalah aliran yang berkecepan tinggi berisi batu-batu gunung dari atas ke bawah yang memiliki daya rusak besar.

Baca juga: Tanah Longsor hingga Pohon Tumbang Terjadi di Jogja karena Cuaca Ekstrem

Biasanya, peristiwa tersebut terjadi di kawasan bukit batu atau gunung dengan lereng yang sangat curam dan memiliki banyak sebaran batuan lava yang tidak saling terikat dengan kuat antara satu dengan yang lain.

Lebih lanjut, debris flow juga rawan terjadi di daerah yang lembab dan memiliki vegetasi yang jarang.

Adapun ciri dari debris flow ini adalah terdapat batuan besar, batuan yang terbawa berdiameter lebih dari 1 meter, dan endapan sedimennya relatif tebal.

Sementara itu, banjir bandang terjadi di kawasan yang lebih rendah dibandingkan dengan kawasan rawan debris flow, dengan karakteristik material bawaan biasanya berupa pohon-pohon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com, Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Rekor, Transaksi Harian SPKLU PLN Tembus 18.088 Selama Lebaran 2026

Rekor, Transaksi Harian SPKLU PLN Tembus 18.088 Selama Lebaran 2026

Jogja
| Senin, 06 April 2026, 06:37 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement