Klaster Bermunculan, Satgas Covid-19 Kalurahan Diminta Sigap Lagi

Ilustrasi. - Freepik
10 November 2021 08:07 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kalurahan sampai dusun untuk sigap kembali setelah munculnya beberapa klaster penularan Covid-19 di Bumi Projotamansari.

Halim mengatakan pekerjaan satgas tingkat kalurahan sejak beberapa waktu lalu semakin ringan seiring menurunnya kasus Covid-19. Namun saat ini kasus Covid-19 kembali meningkat, “Satgas di tingkat desa mulai kita hidupkan kembali karena kita melandai turun terus akhirnya pekerjaan makin ringan, tapi adanya fenomena [beberapa klaster penularan Covid-19] ini kita sigap lagi,” kata Halim, Selasa (9/11/2021)

Pihaknya akan terus menyerukan kepada Satgas semua tingkatan untuk sigap kembali dan waspada terkait munculnya beberapa klaster yang artinya Covid-19 di Bantul masih ada. Halim menilai munculnya beberapa klaster Covid-19 setelah ditelusuri dan diteliti penyebabnya karena masyarakat mulai abai terhadap protokol kesehatan setelah adanya kelonggaran aktivitas masyarakat di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2.

Abainya prokes tersebut bisa dalam bentuk mengabaikan penggunaan masker, tidak tertib untuk melakukan isolasi setelah terkena tracing. Dalam hal tracing Halim menyatakan, Pemkab Bantul benar-benar melakukan tracing dan testing bahkan sampai satu banding 14 artinya satu orang kontak erat dilakukan tracing sampai 14 orang.

Baca juga: Update Covid-19 DIY: Tambah 15 Kasus, 11 dari Sleman

“Setiap kali tracing ada satu atau dua masih ada cabang tracing lain 14 orang juga,” kata Halim. Dia meminta yang terkena tracing apalagi hasilnya sudah keluar dan dinyatakan positif untuk melakukan isolasi.

Bagi yang bergejala sedang atau berat diminta untuk isolasi di rumah sakit. Sementara bagi yang bergejala ringan apalagi orang tanpa gejala (OTG) bisa isolasi di selter kalurahan atau bisa uga isolasi di rumah jika memungkinkan kondisi rumahnya, “Tapi harus disiplin walau pun isolasi di rumah harus benar-benar mengisolasi diri jangan sampai kontak sama keluarganya,” tegas Halim.

Satgas kalurahan nantinya yang akan memantau warganya yang harus isolasi agar melakukan isolasi di selter, rumah, atau rumah sakit.

Sekedar diketahui setidaknya ada tiga klaster besar penularan Covid-19 di Bantul. Pertama adalah klaster takziah yang terjadi di Kapanewon Sedayu. Bahkan akibat klaster tersebut semua sekolah di Kapanewon Sedayu ditutup. Klaster itu juga menyebar sampai lintas kabupaten.

Kemudian klaster TPA di Kapanewon Sanden yang bermula dari guru ngaji yang positif Covid-19 kemudian nekat mengajar dan menulari santrinya sampai enam orang. Selain itu klaster sekolah muncul di Kapanewon Kasihan. Klaster Kasihan bermula dari salah satu guru yang positif kemudian menulari siswanya hingga berjumlah 16 orang dinyatakan positif.

Klaster Sekolah

Panewu Anom Kapanewon atau Sekretaris Kecamatan Kasihan, Sari Wulan mengatakan klaster di sekolah dasar di Kapanewon Kasihan tepatnya di SD Kasihan, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan berawal saat ada seorang guru warga Kapanewon Piyungan, yang mengajar namun belakangan guru tersebut ternyata positif Covid-19.

“Setelah diketahui sang guru positif Covid-19 akhirnya petugas kesehatan dari Puskesmas Kasihan melakukan tracing kontak erat dan melakukan swab PCR yang hasilnya ada delapan siswa yang dinyatakan positif Covid-19,” katanya.

Petugas kesehatan kemudian kembali melakukan tracing kontak dengan delapan siswa yang dinyatakan positif dan hasil swab PCR sebanyak delapan siswa juga dinyatakan positif covid-19, “Jadi di SD Kasihan itu saat ini ada seorang guru yang positif Covid-19 dan 16 siswa yang positif Covid-19. Semuanya saat ini menjalani isolasi mandiri,” ujar Sri Wulan.