Orang Tak Divaksinasi 16 Kali Lebih Berpeluang Masuk IGD atau Meninggal

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech - BBC
09 November 2021 12:57 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Orang yang tidak divaksinasi, 16 kali lebih mungkin masuk unit perawatan intensif (IGD) atau meninggal dunia karena Covid-19, menurut laporan dari pejabat negara bagian New South Wales Australia ketika negara itu mulai hidup dengan Virus Corona.

Data dari Departemen Kesehatan New South Wales (NSW) pada Senin (8/11/2021) malam, menunjukkan hanya 11 persen dari 412 orang yang meninggal akibat wabah Delta selama empat bulan hingga awal Oktober yang divaksinasi lengkap.

Usia rata-rata pasien yang meninggal adalah 82 tahun.

BACA JUGA : Vaksinasi Siswa Madrasah di Sleman Terus Dipercepat

Hanya sekitar tiga persen orang di unit perawatan intensif yang memiliki dua dosis, sementara lebih dari 63 persen dari 61.800 kasus yang terdeteksi antara 16 Juni dan 7 Oktober tidak divaksinasi.

"Orang muda dengan dua dosis vaksin mengalami tingkat infeksi yang lebih rendah dan hampir tidak ada penyakit serius, sementara mereka yang tidak divaksinasi dalam kelompok usia ini berisiko lebih besar terkena Covid-19 dan memerlukan rawat inap," kata Kepala Petugas Kesehatan NSW Kerry Chant dalam sebuah pernyataan sebagaimana xikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (9/11/2021).

Temuan laporan itu sejalan dengan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, yang mengatakan pada bulan September bahwa individu yang tidak divaksinasi 11 kali lebih mungkin meninggal karena Covid-19 daripada mereka yang divaksinasi sepenuhnya.

BACA JUGA : Vaksinasi di Jogja Rampung Sepenuhnya pada Desember

Australia sebagian besar tetap bebas Virus Corona tahun ini sampai wabah varian Delta yang sangat menular yang dimulai pada Juni menyebabkan penguncian selama berbulan-bulan di Sydney, Melbourne, kota-kota terbesarnya, dan Ibu Kota Canberra.

Kota-kota yang terkena virus telah melonggarkan pembatasan ketat setelah melewati target vaksinasi 70 persen dan 80 persen.

Lebih dari setengah dari total kematian di Australia dari 1.841 dan sekitar 87 persen dari hampir 183.000 infeksi pandemi adalah karena varian Delta. Namun, tingkat kematian lebih rendah dari tahun lalu berkat lonjakan vaksinasi sejak Juli.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia