Advertisement

Ada Ledakan di Rumah Orangtua Aktivis HAM Veronica Koman, Ini Penjelasan Polisi

Newswire
Senin, 08 November 2021 - 11:37 WIB
Sunartono
Ada Ledakan di Rumah Orangtua Aktivis HAM Veronica Koman, Ini Penjelasan Polisi Garis polisi - Ilustrasi

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Suara ledakan yang diduga berasal dari bom terjadi di dekat kediaman orangtua Veronica Koman di Jalan Jelambar Baru, Jakarta Barat, Minggu (7/11/2021).

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono membenarkan informasi tersebut. Berdasarkan keterangan awal yang didapat, ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di sekitar rumah orangtua aktivis HAM Veronica Koman.

BACA JUGA : Pernyataan Veronica Koman Atas Tuduhan Pemerintah

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Benar, kita sudah melakukan olah TKP dan sudah berkoordinasi dengan Lab Forensik untuk mengetahui benda apa yang meledak," jelasnya dikutip dari Antara.

Diduga aksi teror

Pegiat HAM Papua Yan Christian Warinussy menyesalkan tindakan teror di rumah orangtua Veronica Koman tersebut.

"Kuat dugaan, tindakan ini merupakan teror masif berbuntut langkah advokasi Veronica Koman dari tempatnya berdomisili saat ini di Australia,” terangnya.

Menurutnya, aksi teror itu dilakukan pihak yang tak suka dengan kinerja Veronica Koman menyuarakan isu HAM selama ini.

Yan menegaskan tindakan seperti itu sangat bertentangan dengan Deklarasi Internasional tentang Pembela HAM yang disahkan pada tanggal 9 Desember 1998.

BACA JUGA : Veronica Koman Ditetapkan Tersangka, Amnesty Kritik

Advertisement

“Pasal 1 dari deklarasi ini jelas, mengatur tentang hak advokat Veronica Koman sebagai individu yang bebas bekerja dan tidak boleh diintimidasi dalam bentuk apa pun ketika menjalankan tugas advokasinya di tingkat nasional, bahkan internasional,” kata Warinussy.

Yan bahkan menilai aksi teror itu cenderung dapat dipahami sebagai upaya sistematis yang terstruktur.

Pria yang juga menjabat sebagai direktur eksekutif Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari itu mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap tuntas kasus tersebut.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Bantul Siagakan Pos di 29 Kalurahan

Bantul
| Sabtu, 08 Oktober 2022, 00:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement