Terpapar Covid-19, Pengantin di Klaten Ini Malam Pertama di Tempat Isolasi

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
26 Oktober 2021 22:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Pasangan suami istri yang baru menikah ini terpaksa harus pisah sementara gara-gara Covid-19.

Seorang pengantin perempuan asal Senden, Kecamatan Ngawen, Klaten, terpaksa menikmati malam pertama di tempat isolasi terpusat (isoter) di Panti Semedi Klaten. Mempelai perempuan tersebut dinyatakan positif Covid-19 saat menjalani rapid test sehari menjelang akad nikah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, tim Satgas PP Covid-19 Kecamatan Ngawen memperoleh informasi seorang perempuan asal Senden, Kecamatan Ngawen akan dinikahi seorang laki-laki asal Bogor, Jawa Barat. Lazimnya, setiap calon pengantin di Klaten menjalani rapid test menjelang pernikahan atau akad nikah.

BACA JUGA: Terancam Digusur Pemerintah, Warga Bantaran Kali Code Protes

“Saya enggak hafal namanya. Tapi sekitar lima hari lalu, ada calon pengantin perempuan yang harus menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat (Isoter) di Panti Semedi Klaten. Jadi, sehari sebelum akad nikah itu diketahui hasil rapid test dinyatakan positif Covid-19. Saat itu pula, yang bersangkutan kami sarankan ke Panti Semedi Klaten,” kata Ketua Satgas PP Covid-19 Kecamatan Ngawen sekaligus Camat Ngawen, Anna Fajria Hidayati, saat ditemui Solopos.com, di Desa Manjungan, kecamatan setempat, Selasa (26/10/2021).

Meski mempelai perempuan telah dinyatakan positif Covid-19, lanjut Anna, akad nikah tetap berlangsung. Calon mempelai perempuan diwakili wali nikah.

“Calon mempelai perempuan itu sebenarnya sehat [orang tanpa gejala (OTG)]. Hari ini mestinya yang bersangkutan sudah menjalani PCR. Jika hasilnya negatif Covid-19, yang bersangkutan dipersilakan pulang ke rumahnya,” katanya.

Disinggung penyebab mempelai perempuan terpapar virus corona, Anna, mengatakan hal tersebut belum diketahui pasti. Di sisi lain, tim medis telah melakukan tracing terhadap sejumlah orang yang dinilai telah kontak erat dengan mempelai perempuan.

“Semua yang kontak erat dengan mempelai perempuan dinyatakan negatif Covid-19. Hal itu termasuk mempelai laki-laki dan anggota keluarga inti. Di Kecamatan Ngawen, kasus terkonfirmasi Covid-19, ya tinggal satu orang itu,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, di Kecamatan Ngawen masih terdapat satu kasus terkonfirmasi Covid-19 dengan empat kontak erat. Data tersebut tercatat hingga Senin (25/10/2021).

Daerah lain yang masih terdapat satu kasus Covid-19 berada di Polanharjo, Tulung, Wonosari, Cawas, Kalikotes, Karangnongko. Sedangkan daerah di Klaten yang masih terdapat dua kasus Covid-19 berada di Klaten Selatan, Pedan, Trucuk, dan Juwiring.

Di Klaten juga terdapat kecamatan bebas Covid-19. Masing-masing berada di Bayat, Ceper, Delanggu, Gantiwarno, Jatinom, Jogonalan, Karanganom, Karangdowo, Kebonarum, Kemalang, Klaten Utara, Manisrenggo, Prambanan, dan Wedi.

Di sisi lain, jumlah kasus kumulatif Covid-19 di Klaten mencapai 34.783 kasus. Sebanyak 15 orang menjalani perawatan/isolasi. Sebanyak 31.848 orang dinyatakan telah sembuh. Sebanyak 2.920 orang telah meninggal dunia.

“Mari tetap tingkatkan kesadaran terhadap protokol kesehatan (prokes),” kata Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Klaten, Cahyono Widodo.

Sumber : Solopos.com