Banyak Negara Miskin Butuh, AS Justru Telantarkan Jutaan Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech - BBC
17 Oktober 2021 12:37 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Amerika Serikat menelantarkan jutaan dosis vaksin Covid-19 ketika banyak negara di dunia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan suntikan guna memerangi wabah global itu.

Setidaknya 15 juta dosis tidak terpakai dan dibuang di AS antara Maret dan September, menurut satu analisis data Pusat Pemberantasan Penyakit (CDC). Penyelidikan terpisah menemukan 1 juta dosis dibuang di 10 negara bagian antara Desember dan Juli seperti dikutip TheGuardian.com, Minggu (17/10/2021).

Negara bagian Louisiana telah membuang 224.000 dosis vaksin Covid yang tidak terpakai atau hampir tiga kali lipat sejak akhir Juli ketika gelombang keempat virus yang mematikan mencengkeram negara bagian itu. Beberapa dosis dibuang akibat botolnya bocor sehingga 20.000 suntikan tidak terpakai.

Ribuan dosis juga dilaporkan terbuang setiap hari di Wisconsin. Di Alabama, lebih dari 65.000 dosis telah dibuang dan di Tennessee hampir 200.000.

Memang dosis yang terbuang itu mewakili sebagian kecil dari jumlah suntikan yang diberikan di sejumkah negara bagian seperti di Louisiana yang sudah menyuntikkan 4,4 juta dosis.

Akan tetapi berita itu muncul ketika jutaan orang di seluruh dunia menunggu dosis pertama mereka. Hanya 1% dari populasi negara berpenghasilan rendah yang telah menerima suntikan pertama hingga Juli. Padahal lebih dari setengah dari mereka yang tinggal di beberapa negara berpenghasilan tinggi telah divaksinasi.

Banyak dosis yang dibuang berasal dari apotek. Pada bulan Mei, dua jaringan apotek telah membuang lebih banyak dosis daripada gabungan negara bagian, teritori, dan federal AS atau hampir tiga perempat dosis yang dibuang. Sekarang, setidaknya 7,6 juta dosis yang dibuang berasal dari empat apotek utama: Walgreens, CVS, Walmart, dan Rite Aid.

Beberapa penyebab mengapa dosis terbuang sia-sia di antaranya botol pecah atau tidak mengandung dosis sebanyak yang dijanjikan. Berikutnya jarum tidak berfungsi atau freezer rusak dan listrik padam.

Selain itu, orang tidak muncul saat akan divaksinasi sehingga dosis yang disisihkan untuk mereka dalam botol tidak digunakan sehingga kadaluarsa.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia