Advertisement

Milenial Dominasi Pembelian Perumahan Bersubsidi

Yanita Petriella
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Sunartono
Milenial Dominasi Pembelian Perumahan Bersubsidi Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2020). - Bisnis/Abdurachman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Milenial menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan realisasi penerima FLPP tahun 2010 hingga 2020 berdasarkan wilayah metropolitan dan kota besar didominasi generasi milenial sebesar 74,98 persen, lalu Gen Z sebesar 13,75 persen dan Gen X sebesar 11,27 persen. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Realisasi penerima FLPP di wilayah kecil juga didominasi generasi milenial sebesar 73,65 persen, diikuti Gen X sebesar 14,62 persen, dan Gen Z sebesar 11,69 persen.

Sementara itu, realisasi penerima FLPP rumah susun didominasi generasi milenial sebesar 79,2 persen, lalu Gen X sebesar 11,76 persen, dan Gen Z sebesar 9,01 persen.

Realisasi penerima FLPP rumah tapak juga didominasi generasi milenial sebesar 73,67 persen, lalu Gen X sebesar 14,5 persen, dan Gen Z sebesar 11,79 persen.

"Penerima FLPP sekitar 75 persen milenial, generasi Z pun sudah mulai. Terlihat generasi milenial dan Z yang sedang membutuhkan rumah," ujar Herry dalam Indonesia Housing Forum, Kamis (14/10/2021). 

Angka tersebut didapat dari realisasi program subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di bawah Rp8 juta. Di tahun 2022, program ini akan dilanjutkan dengan target 200.000 unit.

Secara total realisasi FLPP sejak 2015–2020 sebanyak 1.097.176 unit atau 78,16 persen dari realisasi nasional.

Adapun sebaran realisasi KPR bersubsidi pada 2015–2020 mayoritas ada di Jawa Barat, yakni mencapai 445.500 unit. Kemudian disusul oleh Banten 118.820 unit dan Jawa Timur 84.000 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Hujan Deras Sebabkan 15 Longsor di Gunungkidul

Gunungkidul
| Jum'at, 03 Februari 2023, 13:27 WIB

Advertisement

alt

5 Destinasi Dekat Stasiun Lempuyangan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement