Erick Thohir: Dimerger, Pelindo Jadi Operator Peti Kemas Terbesar Ke-8 Dunia

Truk kontainer bersiap menurunkan kontainer ke dalam kawasan Terminal Peti Kemas dalam kawasan Pelindo II. - Bisnis/Anggara Pernando
03 Oktober 2021 12:47 WIB Annisa Saumi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan alasan penggabungan atau merger PT Pelabuhan Indonesia II.

Menurutnya, saat ini biaya logistik di Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara lain, yakni 24 persen, dibanding negara lain yang hanya 11 persen.

"Tentu kita harap dengan merger ini terjadi efisiensi dan penurunan biaya logistik. Memang tidak mudah, tapi harus kita upayakan terus," kata Erick, dalam keterangannya, Minggu (3/10/2021).

BACA JUGA : Erick Thohir Akan Tuntaskan Penutupan BUMN Mangkrak

Dia melanjutkan, penurunan tarif logistik memang tidak mudah, tetapi, harus dibayangkan terus. Apalagi, menurutnya sinar dari penurunan logistik sudah mulai terlihat.

"Apalagi kalau kita lihat sinarnya sudah mulai kelihatan. Selama ini kita tertutup mata kita, pelabuhan peti kemas kita punya potensi luar biasa," ucapnya.

Menurutnya, dengan merger ini, Pelindo langsung masuk menjadi operator peti kemas terbesar ke-8 di dunia. "Ini sebagai lokomotif pengembangan Pelindo untuk lebih kompetitif dan menjadi perusahaan global," tuturnya.

BACA JUGA : Perusahaan Bekas Tempat Kerja Jokowi Akan Ditutup Erick

Sebagaimana diketahui, merger Pelindo secara resmi telah terlaksana pada Jumat (1/10/2021), dengan ditandatanganinya akta penggabungan empat BUMN layanan jasa pelabuhan, yaitu Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia III, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia IV.

Ketiga BUMN tersebut melebur ke dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II yang menjadi surviving entity.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia