Advertisement

Varian Lambda, MU, R.1, dan C.1.2 Diklaim Belum Ditemukan di Indonesia

Fitri Sartina Dewi
Kamis, 30 September 2021 - 05:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Varian Lambda, MU, R.1, dan C.1.2 Diklaim Belum Ditemukan di Indonesia Covid-19 Varian Delta. - LIPI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah terus mewaspadai masuknya varian-varian baru Covid-19 dari luar negeri ke Indonesia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa risiko masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia akan tetap ada.

"Upaya untuk mengenali dan memantau varian-varian baru terus kita lakukan walaupun kita tahu ada risiko varian tersebut akan masuk ke negara kita. Kita tetap perkuat pintu-pintu masuk negara kita," kata Nadia dalam Siaran Pers PPKM virtual di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Sampai saat ini, total 6.734 sekuensing telah dilakukan dan telah dimasukkan ke dalam basis data global sebagai upaya berbagi data persebaran varian-varian di tingkat global.

Dari total tersebut, varian Delta sebanyak 2.945 menyebar di seluruh provinsi di Indonesia. Selain varian Delta, Kemenkes juga mengidentifikasi varian Alpha, Beta dan varian lokal B.1466.2 di Indonesia.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Baca juga: Rencana Pendirian Toko Berjejaring di Sleman Kembali Ditolak Warga

"Sampai saat ini kami sampaikan varian-varian lain seperti varian Lambda, Mu, R.1, atau C.1.2 maupun varian lainnya belum ditemukan di negara kita," ujarnya.

Nadia menyebut pemerintah terus berupaya melakukan sekuensing sebanyak mungkin terutama jika muncul klaster-klaster kasus ataupun kasus-kasus individual yang tidak lazim serta kasus-kasus positif yang berasal dari luar negeri.

"Kita juga akan berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbarui informasi terkait varian-varian baru yang berpotensi dan menyebar di Indonesia," paparnya.

Selain itu, Kemenkes juga melakukan pemantauan pergerakan masyarakat melalui berbagai pendekatan, salah satunya menggunakan data google mobility.

Berdasarkan pemantauan tersebut, dia mengungkapkan seluruh provinsi mengalami peningkatan pergerakan, bahkan telah melampaui level sebelum pandemi seperti di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Hal ini perlu jadi perhatian kita semua, di mana kita pernah mengalami gelombang kasus yang besar beberapa waktu lalu," ujarnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pendidikan Profesi Dibutuhkan untuk Tingkatkan Kualitas Advokat

Jogja
| Senin, 26 September 2022, 04:37 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement